Dark/Light Mode

Tumbuh 8 Persen, BCA Kantongi Laba Bersih Rp 29 Triliun Per Juni 2025

Rabu, 30 Juli 2025 20:28 WIB
Presdir BCA Hendra Lembong. (Foto : Tangkapan Layar/Dwi Ilhami/Rakyat Merdeka/RM.id)
Presdir BCA Hendra Lembong. (Foto : Tangkapan Layar/Dwi Ilhami/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sepanjang semester I-2025, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan entitas anak usaha meraih kenaikan total laba bersih sebesar 8 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 29 triliun.

Kenaikan laba tersebut didorong oleh pendapatan bunga maupun pendapatan selain bunga. BCA mempertahankan pertumbuhan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang mencapai 7 persen menjadi Rp 42,5 triliun pada semester I 2025.

Pada saat yang sama, pendapatan selain bunga naik 10,6 persen menjadi Rp 13,7 triliun. Total pendapatan operasional Rp 56,2 triliun, naik 7,8 persen.

Rasio cost to income (CIR) sebesar 29,1 persen, turun dari 30,5 persen pada tahun sebelumnya. Lalu, pertumbuhan kredit sebesar 12,9 persen yoy menjadi Rp 959 triliun per Juni 2025.

Pertumbuhan tersebut didukung penyaluran kredit di berbagai segmen, serta terjaganya kondisi likuiditas perseroan.

Baca juga : Laba CIMB Niaga Capai Rp 4,4 Triliun Di Semester I-2025

“Sejalan dengan pencapaian pertumbuhan kredit dan pendanaan serta volume perbankan transaksi, kinerja laba bersih konsolidasi BCA mencapai Rp 29 triliun,” kata Presiden Direktur BCA Hendra Lembong dalam paparan kinerja semester I-2025 secara virtual, Rabu (30/7/2025).

Pertumbuhan kredit BCA positif di berbagai segmen, mulai dari korporasi, UMKM, serta konsumer. Kredit korporasi BCA tumbuh 16,1 persen mencapai Rp 451,8 triliun per Juni 2025.

Kredit komersial naik 12,6 persen menjadi Rp 143,6 triliun, dan kredit UKM meningkat 11,1 persen hingga Rp 127 triliun.

Ditopang pertumbuhan KPR sebesar 8,4 persen menjadi Rp 137,6 triliun, dan kredit kendaraan bermotor (KKB) 5,2 persen mencapai Rp 65,4 triliun, total pertumbuhan kredit konsumer mencapai 7,6 persen hingga Rp 226,4 triliun.

Outstanding pinjaman konsumer lainnya (sebagian besar kartu kredit) tumbuh 9,4 persen mencapai Rp 23,4 triliun. Kualitas pinjaman BCA terjaga solid, tercermin dari rasio loan at risk  (LAR) 5,7 persen pada semester I-2025, membaik dari 6,4 persen pada tahun sebelumnya.

Baca juga : J Trust Bank Catat Laba Bersih 112,86 Miliar Di Semester I 2025

Rasio non performing loan (NPL) terkelola di level 2,2 persen. Pencadangan NPL dan LAR memadai, masing-masing 167,2 persen dan 68,7 persen.

Penyaluran kredit ke sektor-sektor berkelanjutan naik 21,1 persen menyentuh Rp 239,7 triliun per Juni 2025, setara 24,9 persen dari total portofolio pembiayaan.

Tak hanya itu, Hendra mengungkapkan, penyelenggaraan BCA Expoversary 2025 turut menopang kinerja pembiayaan pada paruh pertama 2025.

“BCA senantiasa menyalurkan kredit secara pruden, mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dengan disiplin dalam menerapkan manajemen risiko,” ujarnya.

BCA juga berterima kasih atas kepercayaan seluruh nasabah, dukungan Pemerintah, otoritas, serta para pemangku kebijakan sehingga BCA dapat melalui semester pertama 2025 dengan baik.

Baca juga : Tumbuh 6,5 Persen, Uang Beredar Juni 2025 Capai Rp 9.597 T

Sementara, total dana pihak ketiga (DPK) naik 5,7 persen menyentuh Rp 1.190 triliun per Juni 2025. Dana giro dan tabungan (CASA) secara konsolidasi berkontribusi sekitar 82,5 persen dari total DPK, tumbuh 7,3 persen mencapai Rp 982 triliun.

“Total frekuensi transaksi yang diproses BCA naik 17 persen pada semester I tahun 2025, tumbuh 3,5 kali lipat dalam lima tahun terakhir," ujarnya.

Hendra menambahkan, kenaikan frekuensi transaksi tersebut ditopang oleh transaksi mobile dan internet banking yang naik 19 persen.

Pada aplikasi myBCA konsisten dikembangkan, dan salah satu inovasi terbaru adalah integrasi portofolio saham dan obligasi di BCA Sekuritas ke dalam aplikasi myBCA.

Terdapat juga tambahan mata uang Won Korea Selatan pada Poket Valas myBCA, sehingga kini tersedia 17 mata uang asing pada menu tersebut. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.