Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Komisaris Tak Lagi Terima Bonus
Beban Keuangan BUMN Bakal Turun Signifikan
Senin, 4 Agustus 2025 07:05 WIB
Sebelumnya
Pengamat BUMN sekaligus Managing Director Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis-Universitas Indonesia (FEB UI) Toto Pranoto menilai, larangan pemberian tantiem kepada komisaris BUMN berpotensi mengurangi beban biaya perusahaan secara signifikan.
“Kompensasi dewan komisaris termasuk tantiem itu sekitar 40 persen dari jatah direksi. Jadi kalau ini dijalankan, akan ada potensi efisiensi besar,” tutur Toto kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Namun Toto memperingatkan, dalam praktiknya nanti, larangan tersebut tidak akan mudah dilaksanakan. Bahkan, dirinya menyoroti tantangan lain yang patut diperhatikan.
Yakni, terkait kemampuan BUMN dalam mempertahankan jajaran komisaris yang berkualitas.
“Dengan dihapusnya tantiem, BUMN harus punya strategi agar profesional yang kompeten tetap tertarik berkontribusi dalam posisi strategis tersebut,” ucapnya.
Baca juga : Pemerintah Siapkan Layanan Khusus Pebisnis Disabilitas
Toto juga mewanti-wanti potensi penyiasatan terhadap kebijakan ini. Hal tersebut memungkinkan perusahaan mencoba mengalihkan kompensasi yang dihapuskan dalam bentuk fasilitas lain. Seperti, tunjangan atau fringe benefit, yang secara nominal setara.
Misalnya diganti menjadi tunjangan mobil, rumah, atau fasilitas lain yang pada akhirnya tetap membebani anggaran.
“Artinya, tantangan berikutnya adalah menjaga tata kelola agar tidak terjadi pelanggaran,” katanya.
Untuk itu, sambung Toto, Danantara perlu memperkuat mekanisme pemantauan dan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan di seluruh BUMN.
“Monitoring yang ketat sangat penting untuk memastikan kebijakan ini tidak hanya diterapkan secara formal. Tetapi juga diimplementasikan dengan integritas tinggi,” warning-nya.
Baca juga : Pedagang Minta Relokasi Ditunda Setelah Idul Fitri
Lebih jauh Toto melihat, langkah Danantara ini sebenarnya sejalan dengan tren global yang menekankan transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas dalam pengelolaan perusahaan milik negara.
“Dengan menempatkan efisiensi sebagai prioritas, BUMN diharapkan dapat bertransformasi menjadi entitas bisnis yang kompetitif dan berkelanjutan,” katanya.
Toto menegaskan, kebijakan ini juga mencerminkan transformasi dalam pendekatan manajerial di lingkungan BUMN, yang kini semakin berpihak pada prinsip meritokrasi.
Tidak hanya itu, sambung Toto, penghapusan tantiem bagi komisaris dan syarat ketat bagi direksi dalam menerima insentif, menunjukkan adanya semangat baru untuk menciptakan budaya kerja yang produktif dan bertanggung jawab.
Hal ini juga menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan internal dapat berperan dalam memperkuat kinerja keuangan, tanpa harus mengorbankan kualitas sumber daya manusia.
Baca juga : Brisia Jodie, Grogi Dirangkul Jonathan Alden
Dalam kerangka lebih luas, kebijakan ini menjadi tonggak penting bagi penguatan peran BUMN dalam pembangunan ekonomi nasional.
“Efisiensi anggaran dan akuntabilitas keuangan yang diperkuat, dapat berkontribusi positif terhadap kinerja korporasi maupun penerimaan negara secara keseluruhan,” pungkasnya. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya