Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dukung Program 3 Juta Rumah
BRI Dipercaya Salurkan KPR Subsidi 25 Ribu Unit
Kamis, 7 Agustus 2025 07:05 WIB
Sebelumnya
Pria yang akrab disapa Ara ini menekankan, sektor perumahan menggerakkan banyak sekali industri. Mulai dari perbankan, developer, kontraktor, kemudian juga dari demand-nya ada di sektor tersebut.
“Saya minta dukungan BRI, supaya bisa membuat sejarah bagi Indonesia yang lebih baik, lebih berkeadilan,” ujar Ara.
Berdasarkan Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2023, backlog kepemilikan rumah nasional tercatat sebesar 9,9 juta.
Jika dilihat lebih dalam, sebanyak 83,4 persen dari backlog ini berasal dari rumah tangga berpenghasilan rendah dan kelompok miskin.
Baca juga : Tumbuh 5,68 Persen, Industri Manufaktur Masih Jadi Motor Utama Ekonomi
Program FLPP dirancang oleh Pemerintah sebagai skema pembiayaan dengan dana murah, yang disalurkan melalui lembaga keuangan penyalur, yaitu BP Tapera.
“Hal ini bertujuan mengatasi tantangan backlog perumahan nasional yang masih tinggi,” jelasnya.
Dalam implementasinya, FLPP menyasar masyarakat berpenghasilan rendah dengan mengikuti ketentuan zona wilayah.
Skema ini juga memberikan akses terhadap kepemilikan rumah pertama melalui ketentuan pembiayaan yang lebih ringan, seperti suku bunga tetap maksimal 5 persen dan tenor kredit hingga 20 tahun.
Baca juga : Chelsea Olivia: Jantung Berdetak Saat Dekat Suami
Terpisah, Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Properti Watch (IPW) Ali Tranghanda berharap, dengan kerja sama perbankan dan Kementerian PKP, Pemerintah bisa segera merealisasikan penambahan kuota FLPP.
“Pemenuhan kuota FLPP ini sangat dibutuhkan oleh konsumen dan pengembang, untuk dapat melakukan akad rumah MBR,” ujar Ali kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Menurut Ali, saat ini minat beli properti masyarakat masih tinggi, sehingga dibutuhkan dorongan untuk pertumbuhan sektor tersebut.
Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mendorong industri properti. Contohnya, pembangunan infrastruktur dan sarana transportasi.
Baca juga : Penumpang Transjakarta Di Blok M Kebingungan...
“Selain itu, membuka akses bagi area-area baru melalui pembangunan infrastruktur dan pengadaan sarana transportasi untuk memperluas pilihan lokasi hunian dan mendorong minat beli,” tukas Ali. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya