Dark/Light Mode

Dukung Program 3 Juta Rumah

BRI Dipercaya Salurkan KPR Subsidi 25 Ribu Unit

Kamis, 7 Agustus 2025 07:05 WIB
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (tengah) Direktur Utama Hery Gunardi (kiri) dan Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho saat Penandatanganan MoU Kuota Penyaluran dan Akad Massal 1.000 Nasabah KPR Subsidi yang berlangsung di Menara BRILiaN, Jakarta, Selasa (5/8/2025). (Foto: Dok. BRI)
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (tengah) Direktur Utama Hery Gunardi (kiri) dan Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho saat Penandatanganan MoU Kuota Penyaluran dan Akad Massal 1.000 Nasabah KPR Subsidi yang berlangsung di Menara BRILiaN, Jakarta, Selasa (5/8/2025). (Foto: Dok. BRI)

 Sebelumnya 
Pria yang akrab disapa Ara ini menekankan, sektor perumahan menggerakkan banyak sekali industri. Mulai dari perbankan, developer, kontraktor, kemudian juga dari demand-nya ada di sek­tor tersebut.

“Saya minta dukungan BRI, supaya bisa membuat sejarah bagi Indonesia yang lebih baik, lebih berkeadilan,” ujar Ara.

Berdasarkan Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Suse­nas) tahun 2023, backlog kepe­milikan rumah nasional tercatat sebesar 9,9 juta.

Jika dilihat lebih dalam, se­banyak 83,4 persen dari backlog ini berasal dari rumah tangga berpenghasilan rendah dan ke­lompok miskin.

Baca juga : Tumbuh 5,68 Persen, Industri Manufaktur Masih Jadi Motor Utama Ekonomi

Program FLPP dirancang oleh Pemerintah sebagai skema pembiayaan dengan dana murah, yang disalurkan melalui lem­baga keuangan penyalur, yaitu BP Tapera.

“Hal ini bertujuan mengatasi tantangan backlog perumahan nasional yang masih tinggi,” jelasnya.

Dalam implementasinya, FLPP menyasar masyarakat berpeng­hasilan rendah dengan mengikuti ketentuan zona wilayah.

Skema ini juga memberikan akses terhadap kepemilikan rumah pertama melalui keten­tuan pembiayaan yang lebih ringan, seperti suku bunga tetap maksimal 5 persen dan tenor kredit hingga 20 tahun.

Baca juga : Chelsea Olivia: Jantung Berdetak Saat Dekat Suami

Terpisah, Chief Executive Of­ficer (CEO) Indonesia Properti Watch (IPW) Ali Tranghanda berharap, dengan kerja sama perbankan dan Kementerian PKP, Pemerintah bisa segera merealisasikan penambahan kuota FLPP.

“Pemenuhan kuota FLPP ini sangat dibutuhkan oleh kon­sumen dan pengembang, untuk dapat melakukan akad rumah MBR,” ujar Ali kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurut Ali, saat ini minat beli properti masyarakat masih tinggi, sehingga dibutuhkan dorongan untuk pertumbuhan sektor tersebut.

Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mendorong industri properti. Contohnya, pembangunan infrastruktur dan sarana transportasi.

Baca juga : Penumpang Transjakarta Di Blok M Kebingungan...

“Selain itu, membuka akses bagi area-area baru melalui pembangunan infrastruktur dan pengadaan sarana transportasi untuk memperluas pilihan lokasi hunian dan mendorong minat beli,” tukas Ali. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.