Dark/Light Mode

PHE Gaspol Wujudkan Asta Cita, Migas Aman, Lingkungan Jalan Terus

Sabtu, 9 Agustus 2025 19:59 WIB
Ilustrasi eksplorasi lepas pantai (offshore). (Dok. PHE)
Ilustrasi eksplorasi lepas pantai (offshore). (Dok. PHE)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kalau bicara energi, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memang nggak setengah-setengah. Subholding Upstream Pertamina ini terus ngebut ngejar swasembada energi sambil dorong ekonomi hijau, sejalan sama Program Asta Cita yang jadi visi Presiden RI.

Targetnya jelas: kemandirian energi nasional. Caranya? Ya dengan ngelola bisnis hulu migas secara efisien, inovatif, dan tetap mikirin keberlanjutan.

PHE sekarang megang 24 persen blok migas dalam negeri, nyumbang 69 persen produksi minyak nasional, dan 37 persen produksi gas nasional.

Baca juga : LPKR Genjot Bangunan Hijau Dan Efisiensi Material Ramah Lingkungan

“Melalui semangat Accelerate-to-Elevate, PHE terus berupaya mencari strategi untuk meningkatkan produksi migas nasional demi mewujudkan visi swasembada energi sesuai Asta Cita,” ujar Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina, Hermansyah Y Nasroen, di forum diskusi E2S Retreat 2025, Sabtu (9/8/2025).

Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina Hermansyah Y Nasroen (kiri) bersama Corporate Secretary PT PGN Tbk dalam acara Energy & Mining Editor Society (E2S) Retreat 2025, di Bogor (9/8/2025).

Angka produksinya juga bukan kaleng-kaleng. Semester I 2025, PHE ngehasilin 557 ribu barel minyak per hari (MBOPD) dan 2,8 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD).

Di balik itu ada kerja keras ngebor 404 sumur pengembangan, 628 kegiatan workover, plus 18.714 layanan sumur. Survei seismik 3D sepanjang 539 km² juga udah dilibas buat nyari sumber energi baru.

Baca juga : Perhutanan Sosial Pertamina, Jaga Lingkungan Dan Tingkatkan Kesejahteraan

Hasilnya, delapan sumur eksplorasi sukses dibor, nambah sumber daya 2C sampai 804 juta barel setara minyak (MMBOE) dan cadangan terbukti (P1) sebesar 63 juta barel setara minyak.

Soal ekonomi hijau, PHE nggak mau ketinggalan. Teknologi Carbon Capture Storage (CCS) dan Carbon Capture Utilization Storage (CCUS) terus dikembangin.

Sekarang ada 11 studi CCS/CCUS jalan, dengan kapasitas tampung sampai 7,3 gigaton CO₂. Dari 781 program CSR, emisi yang berhasil ditekan tembus 796.485 ton CO₂eq sampai Juni 2025.

Baca juga : Pengakuan Fortune Global, Dorong Pertamina Wujudkan Asta Cita Swasembada Energi

Di sisi tata kelola, PHE tegak lurus soal anti-penyuapan. Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berstandar ISO 37001:2016 udah diterapkan biar bisnisnya tetap bersih.

Buat PHE, jadi perusahaan migas kelas dunia itu bukan cuma soal ngejar produksi, tapi juga soal ngejaga bumi tetap ramah dan masyarakat tetap sejahtera. Gaspol terus, tapi tetap santun sama lingkungan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.