Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Munas III Aspeksindo Dorong Blue Economy Jadi Motor Pertumbuhan Nasional
Selasa, 12 Agustus 2025 19:46 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Asosiasi Pemerintah Daerah Pesisir dan Kepulauan se-Indonesia (Aspeksindo) menegaskan komitmen untuk menjadikan sektor kelautan sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Aspeksindo memproyeksikan potensi kelautan Indonesia mencapai lebih dari 1,3 triliun dolar AS atau sekitar Rp 21.190 triliun per tahun, namun sampai saat ini baru termanfaatkan sekitar 30 persen.
Ketua Dewan Pakar Aspeksindo, Rokhmin Dahuri menilai, optimalisasi potensi kelautan berbasis inovasi, ilmu pengetahuan dan teknologi modern dapat menjadi solusi strategis untuk mengatasi kemiskinan, pengangguran, ketimpangan antarwilayah hingga rendahnya daya saing nasional.
Baca juga : Satu Dekade BRI Singapore Branch Dorong Konektivitas Ekonomi Di Jantung Keuangan Asia
Blue economy yang dikelola profesional, menurutnya, berpotensi menyerap hingga 45 juta tenaga kerja atau 40 persen dari total angkatan kerja nasional.
"Dengan mengoptimalkan blue economy, kita dapat menuju Indonesia Emas 2045 yang maju, adil, makmur dan berdaulat," kata Rokhmin di acara Musyawarah Nasional (Munas) III Aspeksindo dan Seminar Asta Cita Presiden Prabowo & Wapres Gibran dan Pembangunan Blue Economy di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (12/8/2025).
Kontribusi sektor kelautan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia saat ini baru sekitar 14 persen, tertinggal dari negara-negara dengan potensi lebih kecil, seperti Thailand, Korea Selatan, Jepang dan Maladewa yang telah melampaui 30 persen.
Baca juga : Gelar Munas I, IKaT Nusantara Dorong Pembangunan Toraja
Karena itu, Aspeksindo diharapkan menjadi penghubung strategis antara pemerintah daerah, pusat dan investor, baik dalam negeri maupun mancanegara, melalui peta jalan pembangunan berbasis kelautan, penggalangan dana APBN, mendorong investasi bonafide, membangun jejaring kerja sama, serta meningkatkan kapasitas SDM daerah.
Guru Besar IPB University tersebut menegaskan, kemajuan bangsa bergantung pada produktivitas dan daya saing tinggi, pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen per tahun, serta pemerataan kesejahteraan.
“Blue economy bukan sekadar eksploitasi sumber daya, tetapi pemanfaatan berkelanjutan yang memberi manfaat ekonomi tanpa merusak ekosistem,” ujarnya.
Baca juga : Kontribusi Positif KEK Sanur The Sanur Dorong Pertumbuhan Perekonomian Nasional
Sementara Menteri PAN-RB, Abdullah Azwar Anas Periode 2022-2024 yang turut hadir menyoroti pentingnya inovasi dalam mengatasi keterbatasan daerah, terutama terkait waktu, sumber daya dan kewenangan.
Ketua DPP PDI Perjuangan ini mencontohkan pengalaman Banyuwangi, Jawa Timur, yang menempatkan pariwisata sebagai payung pembangunan berkelanjutan melalui konsep 3A (aksesibilitas, amenitas, atraksi).
Program Banyuwangi Festival, menurutnya, berhasil mengonsolidasikan budaya, perilaku, infrastruktur, dan ekonomi sehingga meningkatkan pendapatan per kapita dan kesejahteraan masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya