Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kesembilan Di Dunia
Ke China, Menteri Bahlil Tinjau Fasilitas Terapung LNG Terbesar untuk RI
Rabu, 13 Agustus 2025 20:04 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan kerja ke China untuk meninjau langsung pembangunan fasilitas Floating Liquefied Natural Gas (FLNG).
Fasilitas yang akan menjadi salah satu yang terbesar di dunia ini dibangun untuk Indonesia di galangan kapal Wison New Energies, Kota Nantong.
Fasilitas LNG terapung raksasa ini nantinya akan mengolah gas dari Lapangan Asap Kido Merah (AKM) di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, yang dioperasikan oleh Genting Oil Kasuri Limited .

Baca juga : Bertolak Ke China, Megawati Bakal Hadiri Forum Peradaban Global
Bahlil menuturkan, pembangunan FLNG ini ditargetkan rampung pada kuartal pertama 2027. Serta mulai beroperasi di Fakfak pada kuartal kedua hingga ketiga di tahun yang sama.
"Fasilitas LNG Terapung ini diperkirakan selesai pada awal 2027, dan akan mulai berproduksi di Papua Barat beberapa bulan setelahnya," ujarnya di Nantong, Rabu (13/8/2025) waktu setempat.
Kapal FLNG yang tengah dikerjakan ini memiliki kapasitas produksi hingga 1,2 juta metrik ton LNG per tahun. Nilai investasinya sekitar 963 juta dolar Amerika Serikat (AS).

Kehadiran fasilitas ini akan menjadi yang pertama di Indonesia, sekaligus FLNG yang kesembilan di dunia.
Baca juga : Gelar Perkemahan Di Cibinong, Menteri Imipas Tingkatkan Kualitas Warga Binaan
Kunjungan ke galangan kapal ini merupakan tindak lanjut inspeksi Bahlil ke lapangan AKM pada Juni 2025 lalu. Saat itu, Bahlil menegaskan pentingnya memvalidasi progres pembangunan fasilitas yang disebut sebagai FLNG terbesar di Indonesia tersebut.
"Ini akan menjadi floating LNG terbesar di Indonesia, dan menurut laporan, merupakan yang kesembilan di dunia. Tapi kami tetap akan memvalidasi progress-nya. Tim akan saya kirim ke pabrik di China untuk memastikan pengerjaannya," kata Bahlil di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, 11 Juni lalu.
Pembangunan FLNG ini berawal dari kesepakatan yang ditandatangani pada Juni 2024 antara Genting Group melalui anak usahanya, PT Layar Nusantara Gas, dan Wison New Energies.
Nantinya, FLNG yang dibangun di Teluk Bintuni ini akan menerima pasokan gas dari proyek AKM yang diproyeksikan memproduksi 330 juta standar kaki kubik per hari (Million Standard Cubic Feet per Day/MMSCFD) mulai 2027.
Baca juga : HIPMI Dukung Menteri Bahlil Cabut 4 IUP Tambang Nikel Raja Ampat
Sebagai informasi, Wison Nantong Yard merupakan fasilitas galangan kapal yang beroperasi sejak 2006 di Kawasan Industri Teknologi Tinggi Nantong, Provinsi Jiangsu. Jaraknya, sekitar 135 km dari kantor pusat Wison di Shanghai.
Fasilitas ini khusus membangun struktur terapung seperti hull Floating LNG dan tangki SPB (Self-supporting Prismatic Type B), serta menyediakan layanan EPCIC (Engineering, Procurement, Construction, Installation, Commissioning).
Dengan kapasitas produksi hingga lima unit per tahun, Nantong Yard mampu merakit FLNG, kapal pengangkut LNG, FSRP (Floating Storage Regasification Power barge), sekaligus mengekspor modul dan tangki besar secara massal.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya