Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Genjot Trafik Petikemas, IPC TPK Gencarkan Transformasi Digital
Rabu, 20 Agustus 2025 14:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK), anak usaha subholding Pelindo Terminal Petikemas, mengencarkan transformasi digital. Yakni melalui Terminal Booking System (TBS). TBS ini untuk mengatur jadwal kedatangan truk di area kerja Pelabuhan Tanjung Priok.
Dengan sistem ini, penumpukan di pelabuhan dapat dikurangi, efisiensi operasional meningkat, waktu tunggu truk berkurang, serta menekan konsumsi bahan bakar dan polusi.
“Selain TBS, IPC TPK juga mengembangkan berbagai inovasi digital, melalui TOS Nusantara yang mengintegrasi data pergerakan petikemas di bawah Pelindo Terminal Petikemas. Transformasi digital ini ditujukan agar layanan lebih cepat, transparan, dan mudah diakses pengguna jasa,” kata Direktur Utama IPC TPK Guna Mulyana, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (20/8/2025).
Pada 2025, IPC TPK juga menjalankan inisiatif strategis seperti Penerapan Join Gate, Pembangunan Container Scanner, Standarisasi Operasi (Planning and Control), Implementasi sistem TOS Nusantara, Peningkatan Kompetensi dan Kapabilitas SDM serta Optimalisasi Aset.
Baca juga : Rendah Keberpihakan Pemerintah Membenahi Transportasi Umum
Inisiatif tersebut dilakukan dalam rangka mencapai target trafik petikemas sebesar 3.504.423 TEUs dan pendapatan Rp 2,9 triliun.
Guna menambahkan, IPC TPK menghadapi tantangan untuk menjaga Yard Occupancy Ratio (YOR) di bawah 65 perse di Pelabuhan Tanjung Priok, sesuai kebijakan otoritas pelabuhan.
Pembatasan YOR ini bertujuan mencegah penumpukan antrian truk petikemas yang dapat menghambat arus barang.
“Kami akan terus berfokus pada peningkatan layanan, membuka layanan tambahan rute, serta digitalisasi sehingga pelabuhan semakin efisien,” ujarnya.
Baca juga : Peringati Harteknas, Pertamina Hadirkan Transformasi Teknologi Keberlanjutan
Pada periode Januari - Juli 2025, IPC TPK mencatat kinerja positif. Arus petikemas tercatat 2.009.185 TEUs. Capaian tersebut meningkat 15 persen dibanding periode yang sama di 2024 sebesar 1.749.093 TEUs.
Peningkatan ini terjadi di sebagian besar Area Terminal IPC TPK meliputi Area Tanjung Priok secara keseluruhan meningkat 15,8 persen, Area Panjang mencatat peningkatan 31,1 persen, Area Palembang mengalami peningkatan 4 persen, Area Teluk Bayur meningkat 17,9 persen dan Area Pontianak mencatat peningkatan 6,8 persen.
Peningkatan kinerja pada Juli 2025 ini dipengaruhi oleh beberapa komoditas. Di antaranya, meningkatnya jumlah ekspor komoditas kopi sebesar 311 persen dan impor animal food supplement dari wilayah Lampung sebesar 405 persen, meningkatnya jumlah ekspor karet sebesar 122 persen dari wilayah Sumatera Selatan serta meningkatnya volume petikemas domestik dari dan ke Pontianak sebesar 24 persen dibanding bulan sebelumnya.
Selain kinerja operasi, Guna menyebut, perusahaan juga memperkuat konektivitas dengan membuka rute pelayaran baru. Dalam tiga tahun terakhir, tercatat 23 rute tambahan domestik dan internasional, termasuk ke China, Rusia, Oman, hingga Papua Nugini.
Baca juga : 2 Hari Naik Whoosh, Prabowo Tunjukkan Dukungan Terhadap Transportasi Publik
Tahun ini, rute baru kembali dibuka melalui kerja sama dengan Marsa Ocean Shipping, Meratus Line, Indo Container Line, dan MSC Line.
“Konektivitas dan mempercepat port stay menjadi kunci agar dapat memangkas biaya logistik, baik untuk perdagangan dalam negeri maupun ekspor,” ujarnya.
Sejalan dengan agenda keberlanjutan, IPC TPK menjalankan program elektrifikasi peralatan bongkar muat, mengoptimalkan digitalisasi untuk menekan emisi, standarisasi fungsi p&c di seluruh area kerja dan memperluas area hijau di terminal.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya