Dark/Light Mode

Ada Kesenjangan Kebutuhan Investasi, Ekonom Sebut Peran FDI Sangat Krusial

Senin, 25 Agustus 2025 13:59 WIB
Foto: Dwi Pambudo/RM.
Foto: Dwi Pambudo/RM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia dinilai masih menghadapi tantangan kesenjangan antara kebutuhan investasi dan tabungan domestik. Hal ini membuat kontribusi investasi asing sangat krusial dalam pertumbuhan ekonomi.

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan saat ini tabungan domestik tidak cukup untuk untuk menggenjot investasi yang berperan penting untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi. Dalam ilmu ekonomi, hal ini disebut sebagai saving-investment gap.

“Dalam hal ini FDI (Foreign Direct Investment) diperlukan untuk mengejar pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Baca juga : Digital Marketing Bukan Cuma Iklan, Ini Peran AI Dan Strateginya

Peran investasi dalam pertumbuhan ekonomi terlihat dari data kuartal II yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik. Pada periode ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,12 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi tumbuh 4,87 persen bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud mengatakan pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2025 ditopang oleh Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) alias investasi dan konsumsi rumah tangga.

Baca juga : Pelita Air Resmikan Penerbangan Internasional Perdana Ke Singapura

BPS mencatat investasi tumbuh 6,99 persen YoY, dibandingkan dengan pertumbuhan 2,12 persen YoY dari kuartal sebelumnya.

“PMTB ini tertinggi sejak kuartal II 2021 sebesar 7,5 persen YoY,” katanya.

Edy merinci beberapa proyek pemerintah dan swasta yang mendongkrak investasi di kuartal II 2025 antara lain Proyek Strategis Nasional 3 juta rumah dan pembangunan jalan tol seperti Ruas Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat Sesi IV dan Japek II Selatan di Jakarta.

Baca juga : Dorong Pertumbuhan Industri & Ekonomi, Pertagas Perkuat Infrastruktur Gas

Kemudian, ada proyek MRT Fase II A di Jakarta, MRT Bali, Tanggul Laut Fase C di Jakarta, dan Terowongan Samarinda di Kalimantan Timur.

Peran krusial investasi asing dalam mengejar pertumbuhan ekonomi ini membuat dua Sovereign Wealth Fund (SWF) milik Indonesia,.yakni Danantara dan Indonesia Investment Authority (INA), menempati posisi penting.

Sepanjang 2024 misalnya, INA merealisasikan delapan investasi dengan nilai Rp 19,5 triliun. Ini terdiri dari Rp 5,6 triliun kontribusi INA dan Rp 13,8 triliun berupa Foreign Direct Investment (FDI) alias investasi asing.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.