Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Astra International Raih Pendapatan Bersih Rp 162,9 T Di Semester I-2025
Rabu, 27 Agustus 2025 14:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan pendapatan bersih konsolidasian Grup sebesar Rp 162,9 triliun atau naik 2 persen year on year (yoy) di semester I-2025 dibandingkan dengan semester I-2024.
Sementara, laba bersih Astra menurun 2,15 persen yoy menjadi Rp 15,51 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 15,85 triliun.
Presiden Direktur ASII Djony Bunarto Tjondro mengatakan, laba bersih Grup, tidak termasuk penyesuaian nilai wajar atas investasi di GoTo dan Hermina, mencapai Rp 16,0 triliun, 4 persen lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Hal ini terutama disebabkan oleh penurunan kontribusi dari bisnis jasa penambangan, pertambangan batu bara, dan mobil,” kata Djony dalam press conference Public Expose ASII 2025 secara virtual, Rabu (27/8/2025).
Baca juga : PLN Icon Plus Raih Dua Penghargaan di The Iconomics PR Awards 2025
Sementara kinerja yang lebih baik dari bisnis lain portofolio Grup yang terdiversifikasi menunjukkan kinerja yang tetap resilient secara keseluruhan, dengan kontribusi yang lebih tinggi. Khususnya dari segmen Jasa Keuangan, Infrastruktur, dan Agribisnis.
Djony merinci, nilai aset bersih per saham pada 30 Juni 2025 naik sebesar 2 persen menjadi Rp 5.385. Kas bersih, tidak termasuk anak perusahaan Jasa Keuangan Grup, mencapai Rp12,7 triliun pada 30 Juni 2025, dibandingkan Rp 8,0 triliun pada 31 Desember 2024.
Utang bersih anak perusahaan Jasa Keuangan Grup mencapai Rp 64,0 triliun pada 30 Juni 2025, meningkat dibandingkan Rp 60,2 triliun pada 31 Desember 2024.
Dia menuturkan, kinerja Grup pada semester I-2025 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, seiring dengan kondisi bisnis yang menantang.
Baca juga : Telkom Bidik Lonjakan Pendapatan Lewar Bisnis B2B Dan Data Center Di Semester II 2025
“Kami memperkirakan bahwa dampak dari kondisi harga batu bara yang lebih rendah dan lemahnya pasar mobil nasional, dapat menyebabkan kinerja Grup yang relatif sama untuk sisa tahun ini,” katanya.
Djony optimistis, terhadap ketahanan portofolio kami yang terdiversifikasi, dan berkomitmen untuk menjaga disiplin keuangan serta keunggulan operasional, sambil terus secara seksama mencari peluang pertumbuhan jangka panjang.
“Kami yakin, kinerja perusahaan tahun depan akan membaik seiring dengan meredanya tensi perekonomian global. Terutama didorong oleh diversifikasi portofolio bisnis,” ucap Djony.
Tak hanya dari sentimen global, pihaknya berharap, peningkatan perekonomian di dalam negeri juga terus meningkat, disertai dengan perbaikan pada daya beli masyarakat, terutama di kelas menengah khususnya di pasar mobil nasional.
Baca juga : Lippoland Raih 2 Penghargaan Bergengsi Di Hubexo Asia Awards 2025
“Astra akan terus berupaya memeperbaiki kinerja, memperkuat inti lini bisnis dengan optimalisasi dari berbagai aspek operasional," ujarnya.
Astra juga melakukan investasi dan akuisisi yang berkaitan dengan bisnis inti untuk memperkuat rantai pasok dan ekosistem bisnis inti.
“Termasuk investasi pada area-area baru yang diperlukan perusahaan untuk lebih bertumbuh di masa depan,” pungkas Djony.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya