Dark/Light Mode

Telkom Bidik Lonjakan Pendapatan Lewar Bisnis B2B Dan Data Center Di Semester II 2025

Kamis, 21 Agustus 2025 15:52 WIB
Foto: Dok. Telkom
Foto: Dok. Telkom

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom sukses mencatatkan pendapatan konsolidasi senilai Rp 73 triliun.

Sementara itu, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) konsolidasi sebesar Rp 36,1 triliun dengan margin EBITDA 49,5 persen hingga kuartal II-2025. Laba bersih Telkom juga menyentuh Rp 11 triliun dengan margin 15 persen.

Pada kuartal II-2025, bisnis data, Internet, dan layanan IT (Information Technology) masih menjadi tulang punggung pendapatan perseroan, dengan kontribusi Rp 42,5 triliun.

Analis Mandiri Sekuritas Henry Tedja mengatakan, di tengah tantangan kondisi makroekonomi dan pelemahan daya beli masyarakat, Telkom masih mampu meraih kinerja optimal.

“Telkom tetap memiliki kekuatan untuk bersaing di dalam pasar digital, mengingat jaringan infrastrukturnya yang terlengkap serta jumlah penggunanya yang terbesar di Tanah Air,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Kamis (21/8/2025).

Baca juga : Pra Penjualan LPKR Capai Rp2,47 Tiiliun Di Semester I 2025

Henry menuturkan, hal ini mendukung perseroan untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan telekomunikasi lain, untuk menawarkan layanan bagi pelanggan perusahaan maupun pelanggan ritel.

"Kami melihat anak usaha yang bergerak di bidang infrastruktur digital berpotensi memberikan peningkatan kontribusi pendapatan dan laba bagi perusahaan di masa mendatang," katanya.

Dia mengatakan, infrastruktur digital tersebut meliputi bisnis data center, bisnis jaringan telekomunikasi last-mile dan backbone, serta bisnis kabel bawah laut yang yang mampu menghubungkan Indonesia dengan berbagai negara.

Henry menyebut, perusahaan memiliki kapabilitas serta aset yang sangat baik, sehingga mampu menarik investasi serta permintaan dari para pemain lokal maupun multinasional.

Henry menilai Telkom berpotensi mencatatkan perbaikan pendapatan pada semester kedua tahun ini dengan dukungan peningkatan daya beli masyarakat.

Baca juga : Geopolitik Indonesia: Partai Koalisi Dan PDI Perjuangan Partai Penyeimbang (Bagian I)

Tingkat persaingan di industri telekomunikasi pun sudah kondusif. Hal ini ditandai dengan kenaikan harga untuk beberapa produk telekomunikasi dari Telkomsel maupun pesaingnya.

"Hal ini akan membuat perusahaan mampu memberikan perbaikan pertumbuhan pendapatan yang berkualitas di semester II tahun 2025," ujar Henry.

Henry mengungkapkan, fokus Telkom untuk memperkuat lini B2B sudah tepat, mengingat bisnis B2C melalui Telkomsel sudah mulai mature.

Sebagai dampaknya, kondisi pada bisnis B2C ini hanya bisa memberikan pertumbuhan pendapatan di low-to-midlow-to mid single-digit growth rate.

Sementara itu menurut Henry, potensi B2B sangat besar saat ini. Potensi tersebut ditandai dengan pembangunan data center yang sangat masif di Indonesia, permintaan cyber security yang semakin meningkat, serta digitalisasi bisnis untuk meningkatkan efisiensi dunia usaha.

Baca juga : Kemenkop Dan Kemenpar Optimalisasi Unit Bisnis Wisata Di Kopdes Merah Putih

Hal ini dapat membantu Telkom untuk membukukan pertumbuhan pendapatan di level mid-to-high singkat digital growth rate.

Henry menilai, baik itu segmen Consumer (Mobile dan Fixed Broadband), segmen Enterprise, segmen Wholesale and International, bisnis menara telekomunikasi, maupun bisnis data center dan cloud, sama-sama berpotensi untuk memberikan kontribusi positif bagi perusahaan di masa mendatang.

Mandiri Sekuritas melihat pertumbuhan bisnis Telkomsel akan bertumpu pada peningkatan penetrasi fixed broadband di Indonesia.

Begitu juga di segmen lainnya berpotensi untuk memberikan kontribusi pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi, apabila Telkom mulai melakukan konsolidasi aset dan membuka akses infrastruktur tersebut kepada pihak luar.

"Hal ini juga akan mengoptimalkan asset return dalam jangka panjang," pungkas Henry.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.