Dark/Light Mode

Perkuat Ekonomi Nasional

Hilirisasi Makin Digeber, Investasi Tembus Rp 10 T

Sabtu, 2 Agustus 2025 07:05 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah tancap gas menjalankan program hilirisasi sumber daya alam sebagai strategi jangka panjang untuk mendongkrak daya saing ekspor dan memperkuat perekonomian nasional. Nilai investasi hilirisasi diperkirakan tembus 618,1 miliar dolar AS atau setara Rp 10.192 triliun hingga tahun 2040.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, hilirisasi sektor mineral dan energi akan mendongkrak nilai ekspor In­donesia hingga mendekati 857 miliar dolar AS atau sekitar Rp 14.146 triliun dalam kurun waktu yang sama.

“Sejalan dengan arahan Presi­den Prabowo Subianto, Pemerintah kini mempercepat hilirisasi di sektor batubara dan mineral,” kata Airlangga dalam keterangan resmi yang dikutip, Jumat (1/8/2025).

Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini mengungkapkan, sejumlah raksasa energi dunia seperti ExxonMobil, Shell dan British Petroleum (BP) telah menunjukkan komitmennya me­nanam investasi masing-masing sebesar 10–15 miliar dolar AS. Khususnya dalam pengembangan teknologi bersih, seperti Carbon Capture and Storage (CCS), pembakaran amonia dan hidrogen.

“Inovasi menjadi sangat penting dan kita tidak boleh ketinggalan negara lain. Negara seperti Jepang dan Australia sudah mengembang­kan teknologi ini dan Indonesia se­harusnya bisa mengembangkan,” jelas Airlangga.

Baca juga : BUMN Didorong Transaksi Internasional Pakai Rupiah

Tak hanya batubara, hilirisasi juga digenjot pada komoditas mineral kritis seperti nikel. Ba­han tambang ini menjadi kunci dalam pengembangan baterai kendaraan listrik (Electric Ve­hicle/EV), yang menjadi masa depan transportasi dunia.

“Lokal kontennya sudah men­capai 80 persen, termasuk dari baterainya sendiri 60 persen. Ini menunjukkan hilirisasi tidak hanya mendorong ekspor, tapi juga memperkuat industri dalam negeri,” ujarnya.

Di kawasan industri Morowali, Airlangga bilang Indonesia mulai memproduksi alat berat listrik, dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) mencapai 80 persen.

Pemerintah juga tengah men­dorong pengembangan energi terbarukan berbasis solar cell, memanfaatkan posisi geografis Indonesia di garis Katulistiwa.

Tak hanya mengejar nilai ekonomi, hilirisasi juga harus memperhatikan prinsip keber­lanjutan. Pemerintah terus me­nekankan pentingnya praktik pertambangan yang baik dan ramah lingkungan.

Baca juga : Pencegahan Kebakaran Harus Terus Disosialisasikan

“ESG ini menjadi satu tantangan juga bagi industri agar good mining practice dan green mining practice ini bisa terus didorong dan utamanya juga pengembangan elektrifikasi daripada alat-alat berat,” tegasnya.

Hilirisasi juga dinilai strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap LPG dan mendu­kung pengembangan produksi metanol.

Sejumlah proyek bahkan telah mendapatkan status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan menikmati berbagai insentif.

Sebelumnya, Presiden Prabo­wo Subianto menegaskan bahwa hilirisasi akan terus dijalankan dan dipercepat. Dia meminta para menterinya serius bekerja cepat, agar hasilnya segera dira­sakan rakyat.

“Hilirisasi akan jalan terus. Momentum ini akan kita perce­pat. Kita harus bergerak cepat. Rakyat mengharapkan kema­juan cepat,” tegas Prabowo saat meresmikan pabrik di Kara­wang, Jawa Barat, 29 Juni lalu.

Baca juga : Steffi Zamora, Pamer Foto Tunangan

Prabowo juga mengatakan, hilirisasi sebagai bukti keseriusan pemimpin bangsa dalam mewu­judkan swasembada industri.

Dia menyatakan bahwa visi hilirisasi sudah lama digagas, mulai dari Presiden Soekarno hingga diteruskan secara konkret oleh Presiden Jokowi.

Presiden juga menyoroti pentingnya kerja sama antarne­gara dalam pengembangan energi ramah lingkungan, seperti kolaborasi Indonesia dengan China.

“Dari China kita bisa bekerja sama dengan program yang menurut saya ini terobosan luar biasa. Kerja sama ini dapat menghasilkan energi terbarukan dan ramah lingkungan yang dicita-citakan seluruh dunia,” tandasnya. [DIR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.