Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah dinamika industri yang kompetitif, Telkom terus melaju dengan strategi transformasi digital, efisiensi operasional dan penguatan infrastruktur guna memperkuat posisinya sebagai pemimpin ekosistem digital nasional.
Telkom menutup paruh pertama tahun 2025 dengan kinerja positif. BUMN telekomunikasi ini membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp73,0 triliun, dengan EBITDA mencapai Rp36,1 triliun atau margin EBITDA sebesar 49,5%. Laba bersih tercatat sebesar Rp11,0 triliun, dengan margin laba bersih 15%.
Lini bisnis Data, Internet dan IT Services tetap menjadi penyumbang utama dengan kontribusi Rp42,5 triliun terhadap total pendapatan. Bisnis Network dan Layanan Telekomunikasi lainnya tumbuh 9,8% YoY menjadi Rp7,5 triliun, didorong oleh solusi pembayaran, jaringan, dan layanan satelit. Pendapatan interkoneksi juga meningkat 2,4% YoY menjadi Rp5,0 triliun, terutama dari lonjakan trafik international wholesale voice.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini menyatakan, bahwa transformasi bisnis menjadi kunci menghadapi dinamika industri.
Baca juga : Perkuat Fundamental Bisnis Melalui Transformasi, BRI Cetak Laba Rp 26,53 Triliun
“Kecepatan dalam mengeksekusi transformasi adalah kunci untuk memenangkan pasar digital saat ini. Kami juga menekankan tata kelola perusahaan yang kuat dan budaya kerja ‘Digital Ways of Working’ yang berorientasi pada eksekusi cepat dan berintegritas,” ujar Dian Sabtu (2/8/2025)
Pada segmen konsumer, Telkomsel membukukan pendapatan Rp53,8 triliun, dengan 90,6% berasal dari bisnis digital. Trafik data meningkat 20,1% menjadi 11,72 juta TB, sejalan dengan lonjakan kebutuhan data masyarakat.
IndiHome mencatat pertumbuhan pendapatan 0,5% YoY. Jumlah pelanggan IndiHome B2C tumbuh 10% YoY menjadi 10,1 juta, dan total pelanggan mencapai 11,3 juta . Total pelanggan seluler Telkomsel mencapai 158,4 juta. Telkomsel juga terus memperkuat infrastruktur dengan 280.434 BTS aktif, terdiri dari 229.214 BTS 4G dan 2.537 BTS 5G.
Segmen enterprise juga membukukan pendapatan Rp10,0 triliun. Telkom terus memperkuat kapabilitas di bidang cloud, digital IT services, dan keamanan siber, serta menjalin kemitraan dengan berbagai pemain teknologi global. Inisiatif pengembangan solusi digital untuk segmen pemerintah, korporasi besar, dan UKM terus diperluas.
Baca juga : Rupiah Melesat Ke Level Rp 16.278 Per Dolar AS
Kemudian pada segmen wholesale & Internasional, pendapatan tercatat sebesar Rp9,7 triliun (+4,7% YoY), didorong oleh peningkatan infrastruktur digital dan layanan suara internasional.
Infranexia, entitas infrastruktur fiber optik TelkomGroup, terus dipersiapkan sebagai platform pertumbuhan masa depan, dengan fokus efisiensi dan profitabilitas untuk mendukung agenda konektivitas nasional.
Pada bisnis menara, Mitratel mencatat pendapatan Rp4,6 triliun, dengan EBITDA Rp3,9 triliun dan laba bersih Rp1,1 triliun. Rasio sewa meningkat menjadi 1,53x. Jumlah menara mencapai 39.782, dengan total tenant 60.907. Penambahan kabel serat optik sepanjang 3.408 km membawa total panjang menjadi 54.447 km.
Selanjutnya, Data Center & Cloud ikut menghasilkan pendapatan Rp921 miliar. Telkom mengoperasikan 35 data center dengan total kapasitas 44 MW dan 2.420 rack edge data center. Lokasinya tersebar di 30 kota dalam negeri dan 5 lokasi internasional, termasuk Singapura, Hong Kong, dan Timor Leste.
Baca juga : Disepakati Pemerintah dan DPR: APBN 2026 Rp 3.800 Triliun
NeutraDC, anak usaha Telkom, mengelola fasilitas data center di 4 lokasi domestik dan 3 di Singapura, dengan tingkat utilisasi kapasitas sekitar 76%, melayani instansi pemerintah, sektor finansial, dan penyedia cloud global.
Sedangkan realisasi capex TelkomGroup sebesar Rp9,5 triliun atau 13% dari pendapatan turun 18,7% YoY. Penurunan sejalan dengan strategi Telkom dalam menerapkan prinsip efisiensi berbasis pengembalian investasi.
Lebih dari 50% capex dialokasikan untuk perluasan konektivitas meliputi fiber optik, BTS, satelit, dan kabel bawah laut. Sisanya digunakan untuk pengembangan platform digital seperti data center dan layanan cloud.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya