Dark/Light Mode

Pertamina RU IV Cilacap Dukung Bank Sampah Beo Asri Olah Minyak Jelantah

Jumat, 29 Agustus 2025 10:36 WIB
Foto: Pertamina
Foto: Pertamina

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) melalui PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit IV Cilacap (RU IV) terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui program pengelolaan minyak jelantah.

Pertamina mendukung Bank Sampah Beo Asri di Kelurahan Tegalreja, Cilacap Selatan, yang mengajak warga mengumpulkan minyak jelantah (Used Cooking Oil/UCO) agar bernilai tambah sekaligus mencegah pencemaran lingkungan.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menjelaskan bahwa Bank Sampah Beo Asri menjadi salah satu mitra TJSL (Tanggung Jawab Sosial Lingkungan) Pertamina sejak 2023. “Saat ini Bank Sampah Beo Asri berhasil menghimpun partisipasi 880 warga dengan volume rata-rata pengumpulan minyak jelantah mencapai 175 kilogram per bulan,” ujarnya.

Baca juga : Pertamina Dorong Dekarbonisasi Lewat Program Jejak Keberlanjutan

Minyak jelantah yang terkumpul kemudian dijual ke Perkumpulan Pengelola Sampah dan Bank Sampah Nusantara (Perbanusa Cilacap) dengan harga Rp5.000 per kilogram. Hasil penjualan tersebut mampu menghasilkan omzet hingga Rp12 juta per tahun bagi masyarakat.

Fadjar menambahkan, Pertamina berkomitmen mengembangkan ekosistem energi ramah lingkungan, termasuk pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar pesawat terbang. “Selain berdampak bagi lingkungan, program ini juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekitar,” jelasnya.

Camat Cilacap Selatan, Basuki Priyo Nugroho menyampaikan apresiasi atas pendampingan Pertamina. “Program ini membantu Bank Sampah Beo Asri terus berkembang. Pemanfaatan minyak jelantah kini memberikan manfaat ganda, baik ekonomi maupun lingkungan,” ujarnya.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Dukung Inovasi Kuliner di Semifinal BGCC 2025

Menurut Basuki, Cilacap Selatan memiliki 80 RW dan 425 RT. Jika seluruh wilayah bersinergi, dampak pengelolaan limbah minyak jelantah akan signifikan. Ia berharap Pertamina terus membina bank sampah dan memperluas pendampingan ke lima kelurahan lainnya.

Program Bank Sampah Beo Asri juga memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya ekonomi sirkular. Pengumpulan jelantah yang dilakukan rutin setiap pekan tidak hanya mencegah pencemaran, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan memilah limbah rumah tangga. Kegiatan ini melibatkan UMKM, kader lingkungan, hingga komunitas warga.

“Dengan adanya program ini, masyarakat semakin percaya bahwa minyak jelantah bisa bermanfaat dan bahkan menghasilkan tambahan penghasilan,” kata Basuki.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.