Dark/Light Mode

Sektor Keuangan Tumbuh Positif, Maraknya Demo Tidak Ganggu Perekonomian

Sabtu, 6 September 2025 06:30 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu pagi (3/9/2025) dibuka menguat. (Foto: M Qori Haliana/RM)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu pagi (3/9/2025) dibuka menguat. (Foto: M Qori Haliana/RM)

 Sebelumnya 
Pihaknya akan terus memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan industri perbankan. Serta melakukan langkah-langkah yang diperlu­kan terhadap berbagai potensi gangguan terhadap kinerja bank, gangguan terhadap stabilitas sistem perbankan dan kepercayaan publik.

“Itu semua dilakukan untuk terus memastikan kontribusi sektor perbankan terhadap eko­nomi Indonesia yang semakin meningkat,” katanya.

Anggota Dewan Komisioner OJK Inarno Djajadi menam­bahkan, di pasar modal, IHSG mencetak rekor tertinggi pada Agustus 2025, meskipun dinamika dalam negeri dalam sepe­kan terakhir berdampak terbatas pada volatilitas pasar saham.

Baca juga : Ekonomi Rakyat Dan PKL Hidup, Tapi Harus Tertib

“Kinerja pasar modal pada Agustus 2025, secara umum mencatatkan kinerja positif dito­pang oleh fundamental ekonomi Indonesia yang solid dan ekspe­ktasi penguatan pasar keuangan global,” kata Inarno.

Sementara, pasar saham do­mestik pada Agustus 2025 di­tutup di level 7.830,49 atau menguat 4,63 persen mtd (month to date) atau menguat 10,60 persen ytd (year to date), dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp 14.182 triliun.

Sedangkan pada 28 Agustus 2025, IHSG sempat menyen­tuh titik tertinggi pada level 8.022,76 dan mencatatkan All Time High nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp 14.377 triliun.

Baca juga : Ketua KPK: HP Bisa Bunyi, Bernyawa Jika Diekstraksi

Lebih lanjut disampaikannya, kinerja indeks sektoral secara month to date pada Agustus 2025 mayoritas mengalami peningkatan kinerja, dengan penguatan terbesar pada sektor Industrial.

Di sisi likuiditas transaksi, rata-rata nilai transaksi harian pasar saham per Agustus 2025 secara year to date tercatat Rp 14,32 triliun. Atau meningkat dibandingkan rata-rata ytd posisi akhir Juli 2025 yang sebesar Rp 13,42 triliun, dan lebih baik dari rata-rata nilai transaksi tahun 2024 yaitu Rp 12,85 triliun, atau naik sebesar 11,42 persen secara year to date.

Ia menilai, hal ini menunjuk­kan kepercayaan global pada prospek ekonomi Indonesia yang tetap solid.

Baca juga : Dikalahkan Slovakia Di Kualifikasi Piala Dunia, Panser Tanpa Hasrat

Inarno menyebut, animo in­vestor asing pada pasar saham juga menunjukkan perbaikan pada Agustus 2025, setelah dua bulan sebelumnya mencatat­kan net sell.

“Tercatat inflow pada Agustus ini sebesar Rp 10,96 triliun atau net sell sebesar Rp 50,95 triliun secara year to date,” pungkas Inarno. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.