Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pasca Pergantian Menkeu
Reshuffle Kabinet Peluang Perbaiki Tata Kelola Fiskal
Kamis, 11 September 2025 06:30 WIB
Sebelumnya
Menurutnya,ilmu ekonomi bukan hanya soal matematika, tapi juga moral atau etika. Menteri baru, meski tidak sepopuler Sri Mulyani, tetap harus diberi kesempatan untuk bekerja dengan baik.
Rektor Universitas Paramadina Didik J. Rachbini menegaskan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merupakan instrumen penting mendorong pertumbuhan.
“Yang paling berantakan itu APBN. Namun, dengan empati dan keberanian mengambil kebijakan tepat, ada ruang memperbaiki perekonomian. Industri yang kembali bergairah akan menjadi kunci,” ujarnya.
Baca juga : Halte Jaga Jakarta Jadi Alarm Dampak Amarah
Diskusi panel ini menekankan bahwa reshuffle dapat menjadi momentum untuk memperkuat kebijakan fiskal, memperbaiki struktur ekonomi, sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika global.
Pelaku Usaha Sambut Positif
Di tempat terpisah, pelaku usaha menyambut positif keputusan Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan kabinet dengan menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) yang baru, menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
Dunia usaha berharap, penunjukan Menkeu baru ini dapat direspons positif oleh pasar keuangan, dengan terjaganya stabilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah.
Baca juga : Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Sita Dua Rumah Senilai Rp 6,5 Miliar
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Sarman Simanjorang mengatakan, perombakan kabinet Merah Putih ini akan memengaruhi IHSG dan nilai tukar rupiah. Menurut Sarman, pelaku usaha mendukung penuh langkah Presiden tersebut sebagai upaya memperkuat implementasi program-program strategis Pemerintah.
“Karena tujuannya bagaimana agar berbagai program strategis Pemerintah dapat terealisasi dan terwujud,” kata Sarman kepada Rakyat Merdeka, Selasa (9/9/2025).
Sarman berharap, Menkeu yang baru dapat menjaga kesinambungan kebijakan fiskal, khususnya yang telah dirintis oleh Sri Mulyani Indrawati. Sambil melakukan evaluasi berbagai kebijakan dan pengelolaan dari sisi penganggaran, pajak, kepabeanan, perbendaharaan dan pengelolaan fiskal. Hal ini untuk menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan negara, termasuk dalam mengelola kas dan utang negara.
Baca juga : Penyakit Kronis Garuda Tumpul Di Depan
Stabilitas fiskal, lanjut Sarman, menjadi kunci dalam mempercepat realisasi berbagai program strategis Pemerintah. Dengan demikian, pelaku usaha optimististis target pertumbuhan ekonomi nasional yang telah dicanangkan pemerintah dapat tercapai.
“Dengan pengelolaan keuangan negara yang tepat sasaran, diharapkan akan mempercepat realisasi berbagai program strategis Pemerintah. Yang akhirnya dapat mengerek pertumbuhan ekonomi nasional kita yang telah ditargetkan Pemerintah,” pungkasnya. [DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya