Dark/Light Mode

Genjot Produktivitas Sawit Rakyat, LPP Agro Latih 2.066 Pekebun

Kamis, 11 September 2025 12:38 WIB
Foto: Aditya/Rakyat Merdeka
Foto: Aditya/Rakyat Merdeka

RM.id  Rakyat Merdeka - Produktivitas perkebunan sawit rakyat masih menjadi sorotan dalam pengembangan industri kelapa sawit nasional.

Saat ini, produksi Crude Palm Oil (CPO) dari kebun sawit rakyat rata-rata baru mencapai 3–4 ton per hektare per tahun, jauh di bawah produktivitas kebun milik perusahaan swasta maupun BUMN yang bisa mencapai 6–8 ton per hektare.

Salah satu penyebab rendahnya produktivitas adalah keterampilan dan kompetensi pekebun swadaya yang masih terbatas. 

Menjawab tantangan tersebut, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian merancang Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit.

Baca juga : Serap Aspirasi Rakyat, GP Ansor Dirikan 80 Posko

Program ini didanai dari pungutan ekspor sawit dan digunakan untuk berbagai kegiatan strategis, mulai dari peremajaan sawit rakyat, peningkatan sarana prasarana, riset, hingga pengembangan hulu–hilir. 

Khusus untuk pengembangan SDM, BPDPKS secara rutin menyelenggarakan pelatihan dan pendidikan bagi pekebun, koperasi (KUD), hingga perangkat pendamping daerah.

“Tujuan utama program pengembangan SDM adalah menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten agar mampu memenuhi kriteria industri kelapa sawit berkelanjutan,” ujar Mohammad Alfansyah, Direktur Penyalur Dana Sektor Hilir BPDP di Jakarta, Kamis (11/9/2025).

Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Baginda Siagian menjelaskan,  peserta pelatihan berasal dari berbagai daerah penghasil sawit di Indonesia. Peserta dipilih berdasarkan Data Rekomendasi Teknis (rekomtek) yang diajukan oleh Dinas Perkebunan di tiap daerah dan ditetapkan oleh Ditjenbun.

Baca juga : Produktivitas Manufaktur Tertinggal, Ahmad Labib: Perlu Optimalisasi KEK

Melalui sistem tersebut, pelatihan benar-benar menyasar pekebun yang membutuhkan peningkatan kapasitas. “Peserta mengikuti pelatihan melalui undangan resmi berdasar rekomtek yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan,” kata Baginda.

Metode pelatihan yang dijalankan tidak hanya sebatas teori di ruang kelas, tetapi juga praktik langsung di lapangan. Peserta mendapatkan materi terkait budidaya sawit berkelanjutan, teknik panen dan pascapanen, pengelolaan kelembagaan, administrasi keuangan, promosi hasil sawit, hingga pemetaan lokasi perkebunan.

“Melalui pola pelatihan ini, pekebun tidak hanya memahami teori, tetapi juga bisa menerapkannya langsung di kebun masing-masing,” jelas Direktur LPP Agro Nusantara, Pranoto Hadi Raharjo.

LPP Agro Nusantara telah menjadi mitra strategis BPDPKS sejak 2016 dalam penyelenggaraan pelatihan SDM sawit. Lembaga yang berdiri sejak 1950 ini memiliki rekam jejak panjang dalam meningkatkan keterampilan tenaga kerja perkebunan, baik teknis maupun manajerial.

Baca juga : Kondisi Saddil Ramdani Masih 80 Persen

Pada 2025, BPDP menargetkan 10.786 peserta dari 17 provinsi penghasil sawit mengikuti pelatihan. Dari jumlah tersebut, LPP Agro Nusantara mendapat mandat melatih 2.066 peserta, naik signifikan dari 1.339 peserta pada 2024.

Pelatihan yang digelar LPP Agro tahun ini melibatkan 71 kelas, mencakup 11 jenis pelatihan teknis dan manajerial, yang tersebar di 9 provinsi: Sumatera Utara, Riau, Jambi, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sumatera Barat, Papua Barat, dan Sulawesi Barat.

Sementara, Direktur SDM & TI PT Perkebunan Nusantara IV Subholding Perkebunan, Suhendri mengatakan, investasi di bidang pengembangan SDM sawit menjadi langkah krusial untuk menjaga keberlanjutan industri.

“Investasi pada pengembangan SDM merupakan langkah strategis untuk membangun masa depan perkebunan Indonesia yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.