Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Saham Antam Layak Dikoleksi
Harga Emas Diramal Terus Meroket 4 Tahun Ke Depan
Minggu, 14 September 2025 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Tren harga emas diproyeksi akan terus meroket empat tahun ke depan. Pemicunya ketidakpastian ekonomi global dan geopolitik di Eropa dan Timur Tengah (Timteng). Dengan kondisi ini, saham Antam layak dikoleksi.
Pada Jumat (12/9/2025), harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami koreksi sebesar Rp 7.000 menjadi Rp 2.088.000 per gram.
Meski mengalami penurunan, namun harganya masih cukup tinggi. Pasalnya, harga emas Antam sempat mendekati level psikologis Rp 2,1 juta per gram di minggu lalu.
Melihat harga emas yang berpotensi terus naik, mendorong saham Antam, yang merupakan anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia Mind ID, semakin solid.
Baca juga : Regulator Gas Rusak, Jangan Dianggap Sepele
Prospek saham Antam terus meroket. Hal ini terbukti profitabilitas melonjak sebesar 451 persen, dari Rp 1,3 triliun pada semester I-2024, menjadi Rp 7,1 triliun pada semester I-2025.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam Arianto S Rudjito menjelaskan, pada periode enam bulan pertama tahun 2025, Antam berhasil mencatatkan capaian kinerja keuangan yang cemerlang.
“Dengan didorong pertumbuhan kinerja komoditas emas dan nikel,” kata Arianto dalam Public Expose di Jakarta, Kamis (11/9/2025).
Penyumbang utama dari lonjakan tersebut adalah sektor nikel. Pada 2024, sektor nikel hanya menyumbang sebesar 11 persen atau sekitar Rp 0,1 triliun dari profitabilitas Antam.
Baca juga : Meski Basah Kuyup, Pemain Tetap Semangat & Happy
Lalu pada semester I-2025, terjadi lonjakan kontribusi sektor nikel terhadap profitabilitas Antam menjadi 50 persen dari total profitabilitas atau sekitar Rp 3,5 triliun.
Sebelumnya, sektor emas merupakan kontributor profitabilitas tertinggi Antam, yakni sebesar 81 persen atau sekitar Rp 1 triliun pada semester I-2024,
Sektor emas menjadi kontributor terbesar kedua terhadap profitabilitas Antam, dengan menyumbang 46 persen dari total profitabilitas, atau sekitar Rp 3,2 triliun.
Posisi terakhir adalah sektor bauksit, yang menyumbang Rp 0,3 triliun atau sekitar 4 persen dari total profitabilitas Antam.
Baca juga : Prabowo Tunjukkan Kecintaan ke Qatar
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yang mencatatkan profitabilitas sebesar Rp 0,1 triliun. “Terjadi peningkatan yang cukup signifikan,” tuturnya.
Arianto mengatakan, meskipun sektor nikel menjadi penyumbang tertinggi profitabilitas Antam, namun sektor tersebut hanya berkontribusi sebesar 13 persen terhadap pendapatan Antam atau sekitar Rp 7,9 triliun.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya