Dark/Light Mode

Targetkan Buka Jutaan Lapangan Kerja

Prabowo Fokus Garap Kopdes Dan Pertanian

Minggu, 14 September 2025 06:35 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (9/9/2025). (Foto: BPMI Setpres)
Presiden Prabowo Subianto saat rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (9/9/2025). (Foto: BPMI Setpres)

 Sebelumnya 
Selain itu, sektor pariwisata diperkuat dengan pembukaan bandara internasional baru dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang diproyeksikan menyerap ribuan tenaga kerja baru.

“Digitalisasi, termasuk AI, akan mempekerjakan banyak tenaga kerja. Untuk data labeling saja dibu­tuhkan 10.000 orang,” tuturnya.

Percepatan Proyek Strate­gis Nasional (PSN), seperti pembangunan Giant Sea Wall (GSW), juga akan diperluas melalui kerja sama dengan mitra internasional seperti Tiongkok, Korea, Jepang, dan negara-negara Eropa.

Baca juga : Harga Emas Diramal Terus Meroket 4 Tahun Ke Depan

Di tingkat global, posisi tawar Indonesia diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Kompre­hensif Indonesia-Uni Eropa (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Part­nership Agreement/IEU-CEPA) pada 23 September 2025.

Investasi Tepat Sasaran

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Esther Sri Astuti menilai penciptaan lapangan kerja tidak dapat di­lakukan secara instan.

Namun, hal itu bisa dipercepat melalui kebijakan fiskal yang tepat sasaran, kemudahan berinvestasi, dan penguatan indika­tor pencapaian.

Baca juga : Regulator Gas Rusak, Jangan Dianggap Sepele

“Karena itu, Pemerintah harus mengarahkan anggaran negara pada program yang berdampak langsung terhadap masyarakat luas,” kata Esther kepada Rakyat Merdeka, Jumat (12/9/2025).

Esther menambahkan, iklim investasi yang kondusif juga men­jadi syarat penting, agar modal asing maupun domestik semakin deras masuk ke Indonesia.

Kemudahan perizinan, kepas­tian hukum, dan ketersediaan infrastruktur perlu dijaga, agar investasi mampu menciptakan efek ganda (multiplier effect) yang nyata bagi perekonomian nasional.

Baca juga : Meski Basah Kuyup, Pemain Tetap Semangat & Happy

“Setiap rupiah yang dibelanja­kan negara sebaiknya dibarengi dengan indikator konkret, seperti berapa jumlah tenaga kerja yang berhasil direkrut dan sejauh mana angka kemiskinan berkurang. Dengan begitu, anggaran benar-benar bisa dipantau efektivitas­nya,” tambahnya. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.