Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Menkeu Purbaya: Diguyur Rp 200 Triliun, Dirut Bank Himbara Pada Pusing
Senin, 15 September 2025 17:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan, para direktur utama (dirut) bank milik negara (Himbara): Mandiri, BNI, BRI, BTN, dan BSI kini pusing memikirkan penyaluran dana, setelah tambahan likuiditas Rp 200 triliun pada Jumat (12/9/2025) lalu.
Saat ini, duit Rp 200 triliun yang dikucurkan pemerintah sudah mendarat di kas bank Himbara. Dengan alokasi Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing Rp 55 triliun, BTN Rp 25 triliun, dan
BSI Rp 10 triliun.
“Sekarang saya duga, para dirut bank pada pusing, mau nyalurin ke mana?" kata Purbaya dalam konferensi pers dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (15/9/2025).
Purbaya berpendapat, kalaupun belum bisa menyalurkan dana tersebut, setidaknya bank Himbara punya uang lebih. Dengan uang lebih, bank Himbara tidak akan perang bunga lagi. Bunga akan cenderung turun.
Baca juga : Gelontorkan Rp 200 T Ke 6 Bank, Gebrakan Purbaya Disambut Positif
"Itu akan berdampak ke ekonomi dengan sendirinya,” cetus Purbaya.
Dampak ekonomi yang dimaksud bisa berbentuk turunnya bunga pinjaman, turunnya bunga deposit turun. Yang jelas, cost of money turun.
"Jadi yang punya uang nggak ragu untuk belanja, yang mau pinjam ke bank nggak ragu untuk pinjam,” ujar mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Menurut Purbaya, bank bebas mengalokasikan penggunaan dana tersebut. Tapi, kalau di perjalanannya ternyata bingung, pemerintah akan memberi arahan.
Baca juga : Setor Rp 225,6 Triliun Ke Negara, Pertamina Perkuat Ekonomi Nasional
“Untuk alokasi, sebetulnya niat saya adalah suka-suka banknya ya. Tapi kalau banknya agak bingung, nanti ada guidance yang membantu mereka memanfaatkan uang tersebut untuk membantu program-program program-program unggulan pemerintah," terang Purbaya.
"Jadi win-win solution ya. Kalau mereka bisa salurkan ya salurkan, kalau nggak bisa ya ke situ," tandasnya.
Sebelumnya, dalam pernyataan pers di Kementerian Koordinator Perekonomian pada Jumat (12/9/2025), Purbaya menjelaskan, dana Rp 200 triliun yang dikucurkan pemerintah ke bank Himbara bukanlah dana darurat. Itu adalah dana pemerintah yang belum dibelanjakan dan disimpan di bank sentral.
Dengan menempatkannya di bank komersial, dana ini dapat diakses untuk kredit.
Baca juga : Menkeu Guyur Perbankan 200 T, Menperin: Itu Angin Segar Bagi Manufaktur
"Tujuan kebijakan ini adalah menciptakan likuiditas di sistem finansial dan menggerakkan perekonomian," tutur Purbaya kala itu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya