Dark/Light Mode

Nobu Bank Gelar Simposium “Warisan Bangsa”, 1.380 Peserta Antusias

Rabu, 17 September 2025 12:07 WIB
Para pelaku usaha properti, konstruksi, dan perbankan berfoto bersama usai mengikuti Simposium Perumahan ‘Warisan Bangsa’ yang digelar Nobu Bank di Balai Sarbini, Jakarta, Selasa (16/9/2025). (Foto: RM.ID/JAR)
Para pelaku usaha properti, konstruksi, dan perbankan berfoto bersama usai mengikuti Simposium Perumahan ‘Warisan Bangsa’ yang digelar Nobu Bank di Balai Sarbini, Jakarta, Selasa (16/9/2025). (Foto: RM.ID/JAR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Nobu Bank sukses menggelar Simposium Perumahan “Warisan Bangsa” di Balai Sarbini, Lippo Mall Nusantara, Jakarta, Selasa (16/9/2025). Acara ini dihadiri 1.380 peserta, terdiri dari pelaku usaha properti, konstruksi, dan perbankan. Para peserta yang hadir antusias mengikuti diskusi interaktif dan berbagi solusi untuk memajukan sektor perumahan nasional.

Acara ini digagas Nobu Bank bersama KADIN Indonesia, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian Investasi, serta asosiasi pengembang. Mengusung tema “Gotong Royong Perumahan untuk Bangsa”, simposium ini menekankan peran sektor perumahan sebagai motor penggerak ekonomi nasional.

Direktur Utama Bank Nobu Suhaimin Johan menjelaskan multiplier effect sektor perumahan sangat besar. “Satu rumah yang dibangun bisa menggerakkan hingga 140 sektor pendukung,” ujarnya. Menurutnya, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen, dan sektor properti adalah kunci untuk mencapainya.

Suhaimin memaparkan tiga program utama Bank Nobu yaitu Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Progresif, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan. “Program KUR Perumahan ini kesempatan emas. Mari kita mulai persiapan dari sekarang agar transaksi bisa langsung jalan saat program diluncurkan,” tegasnya.

Baca juga : DPK Krom Bank Melonjak Hingga 214 Persen Per Agustus 2025

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, menyebut keterlibatan swasta dalam memberi subsidi rumah sebagai terobosan penting. “Dulu subsidi hanya dari negara. Kini ada swasta yang mau ikut. Ini luar biasa,” katanya. Ara, sapaan akrabnya, mengajak pengusaha bergerak cepat dan profesional.

Ia juga menyoroti peran KUR Perumahan yang harus inklusif. “UMKM pendukung sektor ini, dari homestay sampai katering, harus bisa ikut mendapatkan akses KUR,” ucapnya. Maruarar menegaskan komitmen kementerian untuk melayani cepat. “Kami akan melayani dengan hati dan jangan lambat,” tegasnya.

Kepala BKPM sekaligus Menteri Investasi, Rosan Roeslani, menegaskan pentingnya pembangunan perumahan untuk pemerataan sosial. “Yang paling penting adalah memberikan kesejahteraan sosial. Pembangunan perumahan menjadi salah satu kuncinya,” kata Rosan. Ia meminta dana KUR dimanfaatkan tepat sasaran. “Dana sudah dianggarkan. Gunakan dengan baik dan cepat,” ujarnya.

Rosan menyebut investasi sektor perumahan tahun ini bisa mencapai Rp250 triliun. “Yang penting pengerahannya tepat dan transparan,” katanya. Ia optimistis target penyediaan rumah bisa terus dikejar. “Kalau tahun ini belum maksimal, Insya Allah tahun depan lebih baik,” tambahnya.

Baca juga : Gelar Simposium Perumahan Warisan Bangsa, Bank Nobu Luncurkan Program KUR & KPR

Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Bakrie, menilai pembangunan rumah menciptakan lapangan kerja terbesar di Indonesia. “Sektor ini menyerap sekitar delapan juta pekerja atau enam persen tenaga kerja nasional,” ujarnya. Ia mendorong agar bunga kredit lebih terjangkau. “Kita berharap suku bunga bisa turun mendekati lima persen,” kata Anindya.

Wakil Ketua Umum KADIN, James Riady, memandang kucuran dana Rp200 triliun ke bank BUMN sebagai angin segar. “Ini peluang emas bagi developer. Segera manfaatkan fasilitas pembiayaan jangka menengah dengan bunga rendah,” katanya. James juga menyambut baik kuota rumah subsidi FLPP yang naik menjadi 350.000 unit tahun ini. “Dengan program ini, target bisa naik lagi ke 500.000 atau 700.000 unit,” ujarnya optimistis.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya yang mengajukan pertanyaan dan menawarkan solusi selama sesi diskusi. Para pelaku usaha berkomitmen mempercepat pembangunan, memanfaatkan KUR, dan mendorong inovasi pembiayaan.

Simposium ini juga menjadi tonggak awal implementasi KUR Perumahan yang akan difinalkan akhir September 2025. Dengan sinergi pemerintah, dunia usaha, perbankan, dan asosiasi, sektor perumahan diharapkan menjadi motor pertumbuhan baru bagi perekonomian Indonesia.

Baca juga : Perkuat Persatuan, JMAI Gelar Sarasehan Wawasan Kebangsaan

“Pembangunan rumah bukan hanya proyek fisik, tapi penggerak ekonomi rakyat,” kata Maruarar menutup pidatonya. Pernyataan ini disambut tepuk tangan peserta, menandakan optimisme bersama untuk menjadikan 2025 sebagai momentum kebangkitan sektor perumahan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.