Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kabar Haji Isam Pimpin Operasi Karhutla Dibantah Mensesneg: Tidak Benar Itu!
- Selain Upah Pungut, KPK Juga Usut Dugaan Korupsi Proyek di Kabupaten Bogor
- Cegah Karhutla Meluas, 8 Desa Di Cengal Perkuat Sinergi
- Prabowo Dan Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah Kasespri Rizky Irmansyah
- KPK: OTT Rektor Unsoed Jadi Momentum Perkuat Integritas Perguruan Tinggi
RM.id Rakyat Merdeka -
Nilai tukar rupiah pagi ini dibuka melemah 0,13 persen ke level Rp16.458 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di level Rp16.437 per dolar AS, Kamis (18/9/2025).
Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS tercatat bervariasi. Dolar Hong Kong naik 0,01 persen, yuan China menguat 0,14 persen, yen Jepang naik 0,05 persen, ringgit Malaysia turun 0,17 persen, dolar Singapura melemah 0,02 persen, won Korea Selatan tertekan 0,50 persen, dan baht Thailand terkoreksi 0,10 persen.
Indeks dolar AS terhadap sejumlah mata uang saingan menguat 0,12 persen ke level 96,64. Sementara itu, rupiah justru menguat terhadap poundsterling Inggris sebesar 0,32 persen ke Rp22.451, dan terhadap dolar Australia menguat 0,28 persen ke Rp10.952.
Analis pasar keuangan, Lukman Leong, menjelaskan pelemahan rupiah terhadap dolar AS terjadi karena rebound dolar setelah The Fed memangkas suku bunga.
“Pemangkasan suku bunga BI juga masih membebani rupiah,” ujarnya.
Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp16.400–Rp16.500 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya