Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Satu Dekade AKTI, Toyota Cetak SDM Unggul Otomotif Dan Berdaya Saing Tinggi
Kamis, 18 September 2025 16:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Toyota Indonesia melalui Akademi Komunitas Toyota Indonesia (AKTI) meluluskan angkatan ke-9. Toyota terus mencetak SDM unggul untuk menghadapi era mobilitas dan elektrifikasi.
Selama lebih dari 50 tahun, Toyota Indonesia tumbuh bersama masyarakat, menghadirkan solusi mobilitas sejalan dengan perkembangan teknologi. Perjalanan panjang itu dimulai dari impor CBU, dilanjutkan dengan produksi lokal komponen dan mesin oleh SDM dalam negeri, hingga menjadikan Indonesia salah satu basis produksi dan ekspor global Toyota.
Toyota juga mengembangkan rantai pemasok lokal dari hulu ke hilir serta memperkuat riset dan pengembangan (R&D). Semua capaian ini tidak lepas dari peran SDM nasional.
Sebagai industri otomotif nasional, Toyota melibatkan lebih dari 360.000 tenaga kerja di seluruh rantai usaha. Karena itu, pengembangan SDM menjadi aset utama untuk menopang daya saing industri.
Kehadiran AKTI, yang didirikan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), menjadi wujud nyata dalam mencetak lulusan vokasi berdaya saing tinggi, berorientasi pada ilmu pengetahuan dan teknologi. AKTI juga mendukung implementasi Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi.
Baca juga : Wapres Dukung Gerakan Ayo Mondok Cetak Santri Berdaya Saing Dan Melek Digital
Pada hari ini, Kamis (18/9/2025), AKTI meluluskan 70 mahasiswa, terdiri dari 54 lulusan program studi D2 Tata Operasi Perakitan Roda Empat (TOPKR) dan 16 lulusan program studi D1 Teknik Pemeliharaan Mesin Otomasi (TPMO). Dengan tema “Innovate Today, Own Tomorrow through Good Skill and Good Character Student”, lulusan AKTI diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga karakter adaptif dan positif untuk memenuhi kebutuhan industri masa depan.
“Selama satu dekade, AKTI mencerminkan sinergi dalam mendukung cita-cita pemerintah memperkuat pembangunan SDM berbasis iptek tinggi melalui pendidikan vokasi. AKTI membentuk insan berkarakter pemimpin masa depan dengan tiga prinsip utama: kepemimpinan dengan hati, kolaborasi berbasis empati, serta semangat untuk terus belajar dan berinovasi,” ujar Presiden Direktur PT TMMIN, Nandi Julyanto.
Wakil Presiden Direktur PT TMMIN, Bob Azam menegaskan, AKTI adalah contoh hubungan erat antara pendidikan dan industri. Keberadaan akademi ini dapat menjadi praktik terbaik bagi industri lain yang ingin mengembangkan SDM sesuai kebutuhannya.
“Transformasi SDM di AKTI juga sejalan dengan Asta Cita pemerintah, terutama penguatan pembangunan SDM, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, dan kesetaraan gender,” katanya.
Kepala Subdirektorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Sartana (kedua kanan), Penanggung Jawab Tim Hukum, Kepegawaian dan Tata Laksana Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV Kementerian Pendidikan Tinggi, Sain dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Ewisna Yulius (kedua kiri), didiamping Toyota Motor Corporation (TMC) Executive Fellow Oyaji Mitsuru Kawai (kanan) dan Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam (kiri) bersama lulusan terbaik Akademi Komunitas Toyota Indonesia (AKTI) pada acara pelepasan 70 mahasiswa lulusan AKTI angkatan ke-9, di TMMIN Plant 3 Karawang, Jawa Barat, Kamis (18/9/2025).
Pada momen ini, turut diluncurkan buku 1 Dekade AKTI yang merangkum perjalanan sejak berdiri hingga kini. Buku tersebut menegaskan peran AKTI sebagai pusat keterampilan sekaligus pembentuk karakter dengan filosofi Toyota Way, yang menekankan orientasi pelanggan, integritas, tanggung jawab, serta prinsip Kaizen (perbaikan berkelanjutan).
Baca juga : Pemerintah Ingin Ekonomi Tumbuh Dan Berdaya Saing
Sejak berdiri pada 2015 di Karawang, AKTI telah mencetak 429 lulusan generasi digital berdaya saing tinggi. Mereka kini berkarier di TMMIN maupun rantai pasok Toyota Indonesia, bahkan ada yang menduduki posisi Team Leader di Press, Assembling, dan Welding Shop, serta mendapat penugasan ke Filipina, Thailand, Malaysia, hingga Jepang.
Antusiasme masyarakat terhadap AKTI meningkat pesat. Jika pada 2015 hanya ada 176 pendaftar dengan 32 siswa diterima, pada 2024 jumlah pendaftar melonjak menjadi 6.297 orang dari seluruh Indonesia, dengan 64 siswa yang diterima. Kurikulum awal hanya fokus pada program D1 TPMO, kemudian diperluas dengan D2 TOPKR4.
Fokus Pada Mobilitas Dan Elektrifikasi
AKTI menyiapkan generasi muda untuk menghadapi era elektrifikasi dan otomasi. Kurikulum disesuaikan dengan teknologi modern seperti robotika, otomasi, green manufacture, mekatronika, hingga Internet of Things (IoT). Kombinasi quality mindset dan green mindset ditanamkan agar lulusan siap menghadapi era digital yang mengedepankan kualitas sekaligus keberlanjutan.
Lingkungan belajar di AKTI berbasis dojo atau tempat latihan kerja yang meniru kondisi industri otomotif, diperkuat dengan praktik kerja industri selama dua semester di pabrik Toyota dan perusahaan pemasok.
Baca juga : Perlunya SDM Yang Tangguh, Adaptif, Berdaya Saing Global
“Selama belajar di AKTI, saya mendapat skill, pengetahuan, integritas, dan disiplin. Semua itu membuat saya dipercaya menjadi Team Leader di Assy Shop dalam waktu singkat,” kata Aang Kristanto, alumni AKTI yang kini bekerja di Karawang Plant 1.
Prestasi Nasional Dan Internasional
Selain unggul dalam keterampilan, lulusan AKTI juga berprestasi di berbagai ajang nasional dan internasional. Inovasi mereka diakui melalui kompetisi Quality Control Circle (QCC) dan ajang ide inovatif. Pada 2025, AKTI menorehkan pencapaian baru dengan meraih medali emas dan perak di ajang Asia Pacific Skill Contest di Thailand.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya