Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RI Jadi Tuan Rumah T50 Summit Asian Forum 2025, Bahas Tren Alat Berat
Jumat, 19 September 2025 19:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - T50 Summit of World Construction and Mining Machinery Industry (T50 Summit) menggelar T50 Summit Asian Forum 2025 di Hotel Shangri-La Jakarta, bersamaan dengan hari pertama pameran Mining Indonesia 2025.
Sejak dimulai di Beijing pada 2011 dan dilanjutkan di Shanghai dalam ajang bauma China sejak 2016, T50 Summit telah menjadi salah satu acara paling berpengaruh di industri konstruksi dan pertambangan global selama 15 tahun berturut-turut. Acara ini rutin mengumumkan peringkat 50 Produsen Mesin Konstruksi Terbesar Dunia, 50 Produsen Mesin Tambang Terbesar Dunia, serta daftar perusahaan persewaan peralatan dan perusahaan angkat berat setiap tahunnya.
Sekretaris Jenderal T50 Asian Forum, Jack Zhangm enjelaskan, pada edisi 2025 diumumkan peringkat 50 Produsen Mesin Tambang Terbesar Dunia, 50 Perusahaan Angkat Asia Terbesar, dan 50 Perusahaan Persewaan Peralatan Asia Terbesar.
Baca juga : Jakarta Tuan Rumah PCS 2025, Pameran Cat & Pelapis Terbesar Asia Tenggara
Berdasarkan laporan penjualan dan pendapatan tahun fiskal sebelumnya, total pendapatan dari 50 produsen mesin tambang terbesar dunia mencapai 76,655 miliar dolar AS pada 2024, turun 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sebanyak 50 perusahaan tersebut berasal dari 15 negara, di antaranya 11 dari AS, 13 dari Tiongkok, 7 dari Jerman, 4 dari Jepang, serta sisanya tersebar di Eropa, Kanada, Australia, dan Afrika Selatan.
Dalam peringkat tersebut, Caterpillar dan Komatsu menempati posisi teratas, diikuti Sandvik, Epiroc, Metso, dan Hitachi Construction Machinery. Sepuluh besar produsen menyumbang 72 persen dari total pendapatan global.
Untuk daftar 50 Perusahaan Angkat Berat Terbesar Asia 2025, peringkat ditentukan berdasarkan T50 Lift Index. Perusahaan berasal dari 14 negara, termasuk China (7), India (5), Jepang (10), Singapura (7), Arab Saudi (4), serta Indonesia (3). Daftar ini dianggap sebagai barometer perubahan industri heavy lift dan penyewaan crane di Asia.
Baca juga : Jakarta Jadi Tuan Rumah Perdana Interzum & Hardware Fair Indonesia 2025
Selain itu, T50 Summit Asian Forum 2025 juga mengumumkan Asia Product of the Year 2025, yang dimenangkan oleh: XCMG XCA120G7-1H All Terrain Crane (mobile crane), Potain MCT2205 Tower Crane (tower crane), SANY SY1250H Mining Excavator (eksavator tambang), LGMG RTH 100 Hybrid Mining Truck (truk tambang hybrid), dan Genie S-85 XC E Telescopic Boom Lift (platform kerja udara)
Produk-produk tersebut dinilai unggul dalam kepemimpinan pasar, inovasi, keberlanjutan, serta nilai tambah bagi pelanggan.
Jack Zhang juga menyoroti perkembangan pasar alat berat Indonesia yang tengah tumbuh pesat. Ukuran pasar diperkirakan mencapai 25.430 unit pada 2030, didukung pembangunan infrastruktur, energi, listrik, urbanisasi, dan pertambangan. Pada 2024, Indonesia tercatat menguasai 39,53 persen pangsa pasar peralatan konstruksi ASEAN, berdasarkan proyeksi PERTAABI (Asosiasi Pakar Alat Berat Indonesia).
Baca juga : BRI Raih Kehati ESG Award 2025, Tegaskan Komitmen Keuangan Berkelanjutan
Sebagai tindak lanjut, T50 Summit Asian Forum 2026 dipastikan kembali digelar di Jakarta, menjadikannya agenda tahunan penting bagi industri alat berat dan pertambangan di kawasan Asia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya