Dark/Light Mode

Gas Ekonomi, KSP Qodari: Menteri Ara Alihkan Dana Triliunan Buat Perumahan

Jumat, 19 September 2025 20:01 WIB
Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari. (Foto : KSP)
Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari. (Foto : KSP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari menilai Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait telah mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi melalui likuiditas perbankan ke sektor perumahan.

Langkah serupa dilakukan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi lewat likuiditas perbankan. 

“Pak Purbaya memang pintar, tetapi sebenarnya beliau keduluan oleh Pak Ara,” ujar Qodari dalam keterangannya, Jumat (19/9/2025).

Baca juga : AXA Mandiri Ajak Pemberi Kerja Persiapkan Rencana Pensiun Karyawan Sejak Dini

Menurutnya, sebelum kebijakan pemindahan Rp 200 triliun dari Bank Indonesia untuk menambah likuiditas bank, Maruarar sudah lebih dulu mengalokasikan dana besar khusus sektor perumahan.

“Pak Ara lebih dulu memindahkan sekitar Rp 150 triliun untuk perumahan. Caranya lewat penurunan Giro Wajib Minimum dari 5 persen menjadi 4 persen,” jelas Qodari.

Ia menegaskan, pendekatan “gas ekonomi” yang dijalankan pemerintah saat ini sangat penting untuk mendorong daya beli masyarakat.

Baca juga : Willy Aditya: Bagian Dari Tingkatkan Kualitas Demokrasi

Dana yang dialokasikan Maruarar, kata dia, membuat masyarakat berpenghasilan rendah lebih mudah mengakses rumah dengan bunga rendah atau dana murah.

“Kalau Pak Purbaya gas ekonomi lewat program kredit usaha, Pak Ara gas ekonomi lewat dana perumahan. Hasilnya, rakyat bisa lebih mudah punya rumah,” lanjutnya.

Qodari menilai kebijakan ini sejalan dengan struktur ekonomi masyarakat Indonesia yang mayoritas berpenghasilan menengah bawah, dengan rata-rata pendapatan Rp 3–4 juta per bulan.

Baca juga : Airlangga: 17 Paket Ekonomi 2025 Siap Genjot Pertumbuhan Dan Lapangan Kerja

“Jadi apa yang dikerjakan Pak Ara, para kepala daerah, bupati dan wali kota, memang sesuai dengan kondisi nyata masyarakat kita. Di sinilah perumahan subsidi sangat diperlukan,” ucapnya.

Ia juga menekankan, disiplin fiskal memang penting. Namun terlalu lama menginjak rem justru membuat ekonomi stagnan.

“Mobilnya tidak bergerak. Karena itu, pendekatan baru adalah menginjak gas. Pasar ekonomi harus diguyur dengan uang,” pungkas Qodari.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.