Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Airlangga: 17 Paket Ekonomi 2025 Siap Genjot Pertumbuhan Dan Lapangan Kerja
Senin, 15 September 2025 19:23 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah resmi merilis Paket Ekonomi 2025 dan Penyerapan Tenaga Kerja sebagai strategi menghadapi tantangan global sekaligus menjaga kualitas pertumbuhan ekonomi. Paket tersebut mencakup delapan program akselerasi di 2025, empat program lanjutan di 2026, serta lima program andalan penciptaan lapangan kerja.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, program awal difokuskan pada peningkatan kapasitas tenaga kerja muda. Salah satunya melalui program magang fresh graduate dengan target 20 ribu peserta pada tahap pertama. Peserta akan menerima uang saku setara UMP selama enam bulan dengan alokasi anggaran Rp 198 miliar.
“Pemerintah juga memperluas insentif PPh 21 Ditanggung Pemerintah untuk sektor pariwisata, hotel, restoran, dan kafe. Targetnya 552 ribu pekerja dengan nilai Rp 120 miliar,” ujar Airlangga dalam konferensi pers bersama Menteri Keuangan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/9/2025)
Selain itu, pemerintah menyalurkan bantuan pangan beras 10 kilogram untuk dua bulan ke depan dengan anggaran Rp 7 triliun, serta memberikan subsidi iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi 731 ribu pekerja informal, termasuk pengemudi transportasi daring, sopir, dan kurir.
Baca juga : Ratas di Istana, Pemerintah Fokus Percepat Program Ekonomi Dan Lapangan Kerja
Di sektor perumahan, BPJS Ketenagakerjaan menurunkan bunga kredit dari BI rate +5 persen menjadi BI rate +3 persen, sementara bunga bagi pengembang turun menjadi +4 persen. Kebijakan ini ditopang relaksasi SLIK OJK dan ditargetkan mendukung program Presiden dalam penyediaan 3 juta rumah.
Program padat karya tunai juga disiapkan oleh Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan untuk 609 ribu pekerja dengan total anggaran Rp 5,3 triliun. Sementara dari sisi regulasi, pemerintah mempercepat penerapan Online Single Submission (OSS) berbasis Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di 50 daerah pada 2025 dan 300 daerah pada 2026.
Pemerintah memastikan keberlanjutan insentif PPh Final 0,5 persen bagi UMKM hingga 2029, dengan alokasi Rp 2 triliun pada 2025 untuk 542 ribu wajib pajak. Insentif PPh 21 DTP juga akan diperpanjang untuk pekerja sektor pariwisata dan industri padat karya, dengan estimasi anggaran Rp 1,28 triliun.
Diskon iuran JKK dan JKM juga akan diperluas mencakup petani, pedagang, nelayan, buruh bangunan, hingga pekerja rumah tangga dengan target 9,9 juta penerima manfaat dan anggaran Rp 753 miliar.
Baca juga : Pengamat: Purbaya Pro Pertumbuhan, Kebijakan Awal Sangat Menentukan
Lima program strategis penyerapan kerja juga diluncurkan. Di antaranya: Koperasi Desa Merah Putih, target 80 ribu unit usaha baru dan 681 ribu tenaga kerja pada 2025.
Kemudian, Kampung Nelayan Merah Putih di 100 desa, dengan potensi serapan 8.645 pekerja dan jangka panjang hingga 200 ribu tenaga kerja.
Selanjutnya, revitalisasi tambak Pantura seluas 20 ribu hektare dengan proyeksi 168 ribu tenaga kerja. Kemudian, modernisasi kapal nelayan dengan pembangunan 1.000 kapal baru, menciptakan 200 ribu lapangan kerja.
Dan selanjutnya, replanting perkebunan rakyat seluas 870 ribu hektare yang diproyeksikan membuka 1,6 juta lapangan kerja.
Baca juga : Hari Pelanggan Nasional 2025 , BCA Syariah Komit Tingkatkan Layanan dan Inovasi
Airlangga menambahkan, koordinasi program akan dilakukan melalui Tim Akselerasi Program Prioritas yang dipimpin Menko Perekonomian dan Menko Pangan dengan dukungan lintas kementerian.
“Berbagai inisiatif ini diharapkan memperkuat penciptaan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya