Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Rayakan Hari Tani Nasional, Ewindo Kenalkan Teknologi Pertanian Modern Ke Petani
Rabu, 24 September 2025 19:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Lebih dari 900 petani sayuran dari berbagai daerah di Indonesia merayakan Hari Tani Nasional, Rabu (24/9/2025). Mereka mengikuti Gelar Teknologi Pertanian, sebuah ajang belajar bersama yang menghadirkan inovasi budidaya sayuran modern.
Kegiatan ini digelar serempak di daerah-daerah yang menjadi sentra pertanian. Seperti di Karawang dan Bandung, Jawa Barat; Magelang, Wonosobo, dan Sragen-Jawa Tengah; Minahasa dan Pinrang, Sulawesi; serta Alahan Panjang, Sumatera Barat.
Gelar Teknologi Pertanian ini menjadi momen penting bagi petani sayuran. Khususnya yang selama ini menjadi tulang punggung penyedia pangan bergizi bagi masyarakat Indonesia. Terlebih di tengah tantangan besar seperti anomali iklim, keterbatasan lahan, penurunan kualitas tanah, dan serangan hama serta penyakit tanaman.
Pada kegiatan ini, para petani mendapat kesempatan mengenal langsung teknologi modern yang dapat membantu mereka lebih produktif, adaptif, dan sejahtera. Teknologi yang diperkenalkan meliputi pengolahan lahan yang lebih efisien termasuk pengukuran pH tanah, pemanfaatan pupuk hayati, teknik perawatan tanaman, pengendalian hama dan penyakit secara terpadu, hingga pemilihan varietas unggul berkualitas tinggi yang telah terbukti adaptif di berbagai wilayah Indonesia.
Baca juga : Kemendukbangga Gandeng10 Perusahaan Di Jateng
“Pemanfaatan teknologi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Kami ingin petani sayuran bisa menghasilkan panen yang lebih tinggi dan di saat bersamaan tetap menjaga kualitas lahan sehingga kesejahteraan petani dapat berkelanjutan,” ujar Direktur R&D PT East-West Seed Indonesia (Ewindo) Fatkhu Rokhman.
Salah satu yang paling ditunggu petani dalam Gelar Teknologi ini adalah pengenalan varietas-varietas unggul sayuran terbaru yang tahan serangan virus. Seperti diketahui, petani sayuran beberapa tahun terakhir dihantui serangan virus tanaman yang dapat menyebabkan gagal panen dan kerugian besar.
Beberapa varietas tahan virus yang dikenalkan. Antara lain Terong M72 F1, Kacang Panjang GUARDA F1, Melon DAVINA F1, dan Cabai Keriting TANGGUH F1. Selain tahan virus, varietas tersebut memiliki potensi hasil panen besar dan cepat panen (genjah).
Petani juga dikenalkan dengan Jagung NB SUPER F1, varietas jagung manis unggul yang memiliki produktivitas tinggi sekaligus adaptif di berbagai kondisi lahan. Menariknya, jagung ini juga memberikan keuntungan lebih besar kepada petani dengan hasil panen lain yaitu baby corn atau putren yang melimpah.
Baca juga : Studi Prudential: 9 dari 10 Pasien di Indonesia Tunda Perawatan Kesehatan
Keunggulan-keunggulan tersebut diyakini mampu memberikan nilai tambah bagi petani sayuran. Selain lebih tangguh menghadapi perubahan iklim dan serangan penyakit, varietas unggul ini juga membuka peluang ekonomi yang lebih besar karena hasil panen sesuai dengan permintaan pasar.
“Kalau dulu sering khawatir gagal panen karena penyakit, sekarang ada varietas yang lebih tahan. Hasilnya juga lebih laku di pasar, jadi kami lebih semangat menanam,” ujar seorang petani dari Karawang, Jawa Barat.
Selain varietas sayuran unggul, khusus petani di Bandung dan Wonosobo juga diperkenalkan pada teknologi penanaman bawang merah melalui biji. Teknologi ini mulai banyak diminati karena memberikan banyak keuntungan, antara lain lebih hemat biaya bibit, lebih terbebas dari serangan penyakit, serta menghasilkan bawang merah dengan kualitas umbi yang seragam.
Bagi petani sayuran, teknologi ini bukan hanya solusi inovatif, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan produktivitas bawang merah nasional, yang selama ini menjadi salah satu komoditas penting dalam konsumsi sehari-hari masyarakat Indonesia.
Baca juga : Pakar IPB: Dekarbonisasi 1 Juta Ton Jadikan Pertamina Trendsetter Energi
Kegiatan ini terlaksana dengan dukungan Ewindo, perusahaan benih sayuran yang selama puluhan tahun bekerja bersama petani di berbagai pelosok tanah air. Ewindo yang lebih banyak dikenal petani dengan Cap Panah Merah hadir untuk memperkenalkan teknologi budidaya modern, menyediakan varietas benih unggul serta membangun kapasitas petani agar lebih sejahtera.
“Peringatan Hari Tani Nasional adalah momentum untuk memberikan apresiasi kepada petani yang menjadi garda terdepan ketahanan pangan nasional. Sebagai sahabat petani yang paling baik kami akan terus bersama petani dan berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan,” pungkas Fatkhu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya