Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Permudah Masyarakat Sediakan Kebutuhan Energi
Pertamina Terus Perluas Distribusi BBM Dan Gas
Kamis, 25 September 2025 06:35 WIB
Sebelumnya
Simon tidak menampik, konsumsi BBM non subsidi Pertamina cenderung menurun, pasca persoalan hukum pada awal tahun ini. Alhasil, ada konsumen non subsidi Pertamax Series beralih ke BBM yang dijual badan usaha swasta.
“Sebagian masyarakat ada juga yang beralih ke SPBU swasta. Itu adalah pilihan masyarakat dan kami tentunya tidak melarang,” katanya.
Karena itu, pihaknya akan terus bekerja keras mendapatkan kembali kepercayaan masyarakat, dengan menghasilkan produk berkualitas.
Baca juga : Bapanas: Harga Beras Di 148 Daerah Turun
“Adanya kasus ini (BBM oplosan), kepercayaan masyarakat menurun. Itu tentu PR (Pekerjaan Rumah) besar bagi Pertamina, (caranya) dengan tata kelola yang baik dan semakin transparan,” ungkapnya.
Di kesempatan terpisah, Vice President (VP) Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menegaskan, sebagai perusahaan milik negara, perseroan akan tetap menjaga akses energi (accessibility), harga yang terjangkau (affordability) dan produk energi yang dibutuhkan (acceptability), bagi seluruh masyarakat.
Untuk itu, jangkauan distribusi BBM dan LPG (Liquefied Petroleum Gas/elpiji) terus diperluas, di mana hingga saat ini distribusi BBM telah mencapai 15.345 titik dan pangkalan elpiji sebanyak 269.096 titik di 38 Provinsi seluruh Indonesia.
Baca juga : Uji Coba RDF Plant Di Rorotan Ditunda Lagi
“Pertamina bergerak menyalurkan energi hingga daerah terpencil (remote area), tidak hanya di area perkotaan saja,” kata Fadjar, dalam keterangan resminya, Senin (22/9/2025).
Fadjar mencontohkan, pada wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar), Pertamina melalui Subholding Commercial & Trading telah mengoperasikan 573 lembaga penyalur BBM Satu Harga sepanjang 2017-2024.
Ia merinci, BBM Satu Harga tersebar di Sumatera sebanyak 86 titik, Kalimantan 112 titik, Sulawesi 60 titik, Nusa Tenggara 102 titik, Maluku 87 titik dan Papua 121 titik, serta Jawa dan Bali sebanyak 5 titik.
Baca juga : Crazy Rich Brebes Windu Aji Tak Dihukum Di Kasus TPPU
Pihaknya juga mendorong pengembangan Pertashop sebagai titik distribusi energi yang lebih luas. Termasuk produk nonsubsidi seperti Pertamax 92 dan Bright Gas. Langkah ini mendukung pertumbuhan ekonomi desa dan pemerataan distribusi energi.
Sedangkan dalam penyaluran elpiji Subsidi, Pertamina menjalankan Program One Village One Outlet (OVOO), yang kini telah menjangkau 70.448 desa atau kelurahan, atau 98 persen wilayah Indonesia.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya