Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kadin Dukung Program Magang Bergaji
100 Ribu Lulusan Bakal Terima Honor Pemerintah
Selasa, 30 September 2025 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Program magang bergaji yang digulirkan Pemerintah mendapat sambutan positif dari kalangan dunia usaha. Kebijakan ini dapat meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus memperluas kesempatan kerja.
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Sarman Simanjorang mengatakan, program tersebut menjadi bagian dari paket kebijakan ekonomi yang tepat diluncurkan saat ini.
“Ini sangat efektif dan meningkatkan produktivitas sektor manufaktur atau industri, serta berbagai sektor jasa dan ritel,” kata Sarman kepada Rakyat Merdeka, Senin (29/9/2025).
Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah daya beli dan lapangan pekerjaan. Karena itu, stimulus atau relaksasi ekonomi dari Pemerintah diharapkan diarahkan pada kedua isu tersebut.
Baca juga : Pram: Rekayasa Lalin Lanjut Hingga Oktober
“Program ini diharapkan tereksekusi dengan baik di lapangan, tepat sasaran dan tepat waktu,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Pemerintah menyiapkan kuota program magang hingga 100 ribu peserta. Tahap awal akan dibuka untuk 20 ribu lulusan perguruan tinggi.
“Program pemagangan ini disiapkan untuk lulusan perguruan tinggi dan itu masuk ke lapangan kerja. Selama enam bulan itu diberikan honor oleh Pemerintah,” kata Airlangga di Jakarta, Selasa (24/9/2025).
Airlangga menegaskan, jumlah peserta bisa bertambah sesuai kebutuhan industri.
Baca juga : Operasi Ambeien, Nadiem Dibantarkan Ke Rumah Sakit
“Pemerintah mendorong ini per batch 20 ribu sampai Maret 2026. Namun, jika demand-nya meningkat Pemerintah akan terus dorong lagi sampai dengan 100 ribu,” ujarnya.
Dia menjelaskan, setiap batch berlangsung tiga bulan dengan kemungkinan diperpanjang tiga bulan berikutnya. Skema ini dirancang fleksibel agar lulusan universitas maupun Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), memperoleh pengalaman kerja yang cukup sebelum masuk ke dunia profesional.
Airlangga menambahkan, setiap tahun terdapat sekitar satu juta lulusan perguruan tinggi di Indonesia. Pemerintah menargetkan, sedikitnya 10 persen dari jumlah itu dapat langsung masuk ke dunia kerja melalui program magang.
Ketua Umum Kamar Dagang Dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie juga menyambut baik kebijakan ini.
Baca juga : Inter Milan Vs Slavia Praha, Panggung Ular Besar
Menurut dia, program yang menjadi bagian dari paket ekonomi 8+4+5 tersebut memberikan kesempatan bagi lulusan baru dengan masa kelulusan maksimal satu tahun atau fresh graduate, magang dengan gaji sesuai upah minimum provinsi.
“Yang paling penting menyerap lapangan kerja. Ini membuat peserta magang menjadi ahli lebih dini. Terutama generasi milenial dan yang lebih muda, generasi Z. Tapi yang penting, itu bisa membuat ekonomi bergulir, tinggal diatur detailnya saja,” jelas Anindya.
Dia menekankan pentingnya penyusunan aturan teknis bersama dunia usaha agar implementasi berjalan optimal.
“Ini niatnya sangat bagus dan implementasinya tinggal dirapikan bersama dunia usaha,” tutur Anindya. [DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya