Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pertamina Hulu Energi Genjot Produksi Migas, Dukung Swasembada 2045
Rabu, 1 Oktober 2025 20:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, menegaskan komitmen memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan produksi minyak dan gas bumi serta pengembangan teknologi rendah karbon.
Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mewujudkan swasembada energi sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045.
“PHE memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan energi nasional. Kami berfokus pada optimalisasi produksi migas, peningkatan cadangan, serta penerapan inovasi teknologi ramah lingkungan, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” kata VP Development & Production Technical Excellence & Coordination PHE, Devialina Puspita Dewi.
Sebagai pengelola 24 persen blok migas dan 80 persen kegiatan pengeboran nasional, PHE berkontribusi signifikan dalam produksi domestik.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Dukung Penuh Pertamina Grand Prix Indonesia 2025
Produksi minyak PHE pada 2024 mencapai 400 ribu barel per hari (MBOPD) dan ditargetkan meningkat menjadi 416 MBOPD pada 2025, tumbuh sekitar 4 persen.
Produksi gas juga naik dari 2.454 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) menjadi 2.536 MMSCFD atau meningkat 3 persen.
Menurut Devialina, strategi utama yang dijalankan antara lain menjaga baseline produksi melalui optimalisasi kinerja, penerapan asset integrity, serta revitalisasi aset.
Pertumbuhan produksi juga didorong lewat eksplorasi berdampak tinggi, percepatan pengembangan lapangan baru, penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery/Chemical Enhanced Oil Recovery (EOR/CEOR), dan peningkatan cadangan migas ekonomis melalui dukungan fiskal dan regulasi yang jelas.
Baca juga : Dorong Literasi Keuangan Generasi Muda, Bank Jakarta Dukung Abang None
PHE juga menjadi pionir pengembangan teknologi penangkapan dan pemanfaatan karbon (Carbon Capture Storage/Utilization/CCS-CCUS) di Indonesia, dengan potensi kapasitas penyimpanan hingga 7,3 gigaton di 11 lokasi prioritas.
Perusahaan telah melakukan uji coba injeksi karbon di Lapangan Sukowati.
“Untuk mencapai aspirasi swasembada energi, diperlukan kolaborasi erat seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, industri, hingga masyarakat. PHE siap menjadi motor penggerak dalam menjaga ketahanan energi Indonesia,” ujar Devialina dalam acara Sindonews Sharing Session, 18 September 2025.
PHE menyatakan akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas dengan prinsip keberlanjutan berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG).
Baca juga : Pertamina Genjot Produksi Kilang untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Perusahaan juga menegaskan komitmen Zero Tolerance on Bribery melalui penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001:2016.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya