Dark/Light Mode

Pertamina Genjot Produksi Kilang untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Kamis, 25 September 2025 20:43 WIB
Foto: Pertamina
Foto: Pertamina

RM.id  Rakyat Merdeka -

PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya untuk menjamin pasokan energi nasional melalui optimalisasi produksi bahan bakar minyak (BBM) di enam kilang yang tersebar di Indonesia, mulai dari Kilang II Dumai (Sumatera) hingga Kilang VII Kasim (Papua). Kilang-kilang tersebut menjadi fasilitas utama dalam memproduksi BBM, avtur, LPG, serta petrokimia sesuai standar internasional.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, mengatakan sebagai perusahaan milik negara Pertamina mengemban mandat pemerintah menjaga ketersediaan energi, terutama BBM dan LPG.

“Wujud komitmen atas ketahanan energi, Pertamina terus meningkatkan kapasitas produksi kilang nasional agar pasokan BBM dan LPG aman. Melalui produksi dalam negeri ini, Pertamina juga mendukung pemerintah dalam mengurangi beban devisa negara sekaligus membuka lapangan kerja bagi SDM di wilayah operasi,” ujar Fadjar.

Ia menjelaskan, enam kilang yang dikelola Subholding Refinery & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional saat ini mampu memenuhi 70 persen kebutuhan BBM nasional. Pertamina juga telah mampu menyediakan 100 persen pasokan avtur dan solar (diesel) dari produksi dalam negeri.

Adapun kapasitas produksi enam kilang existing saat ini mencapai 1,05 juta barel per hari. Produksi tersebut diharapkan meningkat menjadi 1,4 juta barel per hari seiring penyelesaian Refinery Development Masterplan Program (RDMP) Balikpapan.

Untuk mendukung produksi kilang, Pertamina juga menggenjot lifting migas. Hingga 2024, Subholding Hulu Pertamina mencatat produksi 1 juta barel setara minyak per hari, setara 69 persen produksi minyak nasional dan 37 persen produksi gas nasional.

“Pertamina menjadi perusahaan energi terintegrasi dari hulu migas, mengolah produksi hulu menjadi energi, hingga penyaluran energi ke konsumen. Langkah ini dilakukan melalui berbagai fasilitas dan moda transportasi sehingga energi dapat tiba di ‘pintu depan’ konsumen,” jelas Fadjar.

Pertamina juga mempertegas perannya sebagai pemimpin transisi energi dengan mendukung target net zero emission 2060. Sejumlah program berkelanjutan terus dijalankan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.