Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Resmikan Galeri Ipemi, Ingrid Kansil Dorong Kesetaraan Difabel Dalam Dunia Usaha
Kamis, 2 Oktober 2025 07:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) Ingrid Kansil terus mendorong kesetaraan difabel dalam dunia usaha. Menurutnya, setiap individu memiliki kesempatan yang sama dalam pembangunan ekonomi nasional.
Ingrid yang ditemani Sekjen Ipemi Nurwahidah Saleh, dan sejumlah Ketua Divisi Ipemi menghadiri rangkaian event yang digelar Ipemi Solo. Selama di Solo, Ingrid menghadiri tiga agenda. Yaitu pelatihan keterampilan bagi difabel, Malam Final Duta Muslimah Prenuer (DPM) Ipemi Solo, dan Peresmian Galeri Ipemi Solo (GIS).
Acara Crafting Limbah Goni para difabel dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani di Solo Square, Selasa (30/9/2025). Acara ini dihadiri Ketua Ipemi Solo Atiek Pujilestari beserta jajarannya.
Dalam sambutannya, Ingrid berterima kasih kepada Ipemi Solo yang telah melaksanakan Program ke-9 Ipemi: Pemberdayaan Disabilitas. Menurutnya, Ipemi harus semakin inklusif dan mendukung kesetaraan penyandang disabilitas.
"Membantu mereka untuk lebih berkarya dan berkontribusi dalam perekonomian nasional," ujar Ingrid dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (2/10/2025).
Baca juga : Lestari Moerdijat Dorong Pengetahuan Kebencanaan Hadapi Dampak Perubahan Iklim
Prinsip bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama dalam semua aspek kehidupan, termasuk dunia usaha harus terus digalakkan. Contohnya, menciptakan lingkungan kerja yang ramah dan aksesibel, menyediakan pelatihan, dan mendukung pengembangan bisnis yang dijalankan difabel.
Kata Ingrid, UMKM yang menerapkan inklusi dan kesetaraan disabilitas akan memberikan kesempatan bagi setiap individu untuk berkontribusi terhadap perekonomian. Bahkan upaya tersebut bisa meningkatkan kesadaran sosial mengenai kemampuan dan potensi penyandang disabilitas.
Hal ini esuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. "Mereka berhak mendapat pendidikan atau tenaga kependidikan atau penyelenggara pendidikan yang bermutu pada satuan pendidikan di semua jenis, jalur, dan jenjang pendidikan secara inklusif dan khusus," tutur Ingrid.
Begitu juga dalam hal pekerjaan, kewirausahaan, dan koperasi. Penyandang disabilitas berhak memperoleh pekerjaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, atau swasta tanpa diskriminasi.
Penyandang disabilitas juga berhak memperoleh kesempatan dalam mengembangkan jenjang karier. Juga memulai, serta memajukan usaha atau memiliki pekerjaan sendiri sebagai wiraswasta.
Baca juga : Femmy Fyber Dorong Perempuan Slay Dari Dalam, Bukan Bentuk Tubuh
Malam harinya, Ingrid menghadiri Malam Final Duta Muslimah Prenuer di Solo Square. Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Solo Venessa Winastesia.
Ingrid mengatakan, tujuan acara ini untuk membangun paradigma dalam entrepreneurship kepada generasi milenial penerus bangsa. Selain juga berharap kepada muslimah Indonesia untuk terus berinovasi dan berprestasi agar dapat bersaing di era globalisasi.
"Musimah milenial harus mampu ambil bagian dan menjadi pembaharu dalam menghadapi revolusi industri 5.0 dan puncak industri Indonesia yang diperkirakan akan terjadi tahun 2030," pesan Ingrid.
Di event selanjutnya, Ingrid meresmikan Galeri Ipemi Solo (GIS) di Sekretariat Ipemi Solo, Kamis (1/10/2025). Pada kesempatan itu, dia menegaskan bahwa GIS merupakan instrumen untuk mendorong pertumbuhan UMKM dan memperkenalkan produk lokal ke pasar nasional.
"Bukan hanya memamerkan produk kerajinan tangan, makanan olahan, fashion, dan barang kreatif lainnya. Tetapi juga memperlihatkan kualitas dan inovasi produk yang menjadi ciri khas Ipemi Solo," ujarnya.
Baca juga : Lestari Moerdijat Dorong Peran Penyandang Disabilitas Dalam Proses Pembangunan
Ingrid berharap, GIS menjadi pematik geliat ekonomi kreatif di Solo. Terlebih, ekonomi kreatif memegang peranan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di era modern ini.
Dengan kekayaan budaya dan sumber daya lokal yang berlimpah, UMKM di GIS berpotensi untuk berkembang. Hanya saja, masih memerlukan dorongan dalam hal pemasaran dan akses pasar yang lebih luas.
"Selain dari segi bisnis, GIS juga menjadi momentum penting dalam menumbuhkan rasa bangga akan produk lokal di kalangan masyarakat Solo," pesan Ingrid.
Dia memandang, melalui GIS, masyarakat dapat lebih menghargai produk kreativitas pengusaha lokal. Lagipula, kesedaran akan kualitas produk lokal dapat mendorong konsumsi domestik yang lebih kuat, sehingga mampu mengerek perekonomian nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya