Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Meski Ekonomi Dunia Masih Gonjang-ganjing
Industri Jasa Keuangan RI Tetap Berdaya Saing
Jumat, 10 Oktober 2025 06:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Meski perekonomian dunia masih gonjang-ganjing, industri keuangan di Tanah Air tetap stabil. Bahkan, menunjukkan kinerja memukau. Kinerja perbankan kinclong dan bursa saham memecahkan rekor baru.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memegang teguh komitmennya untuk menjaga sektor keuangan, di tengah dinamika domestik dan global.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menegaskan, pihaknya menjaga stabilitas sektor jasa keuangan melalui penguatan koordinasi, pengawasan, dan kebijakan yang adaptif. Khususnya dalam menghadapi dinamika global dan domestik, agar sektor jasa keuangan tetap resilien, kontributif, dan berdaya saing.
Baca juga : Airlangga Yakin, Ekonomi Syariah Kita Jadi Jawara
“Ini dilandasi oleh beberapa perkembangan. Mulai dari perkembangan di negara-negara ekonomi utama, yang menunjukkan kondisi beragam,” jelas Mahendra dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK secara virtual, Kamis (9/10/2025).
Mahendra mengatakan, OJK terus mengoptimalkan kinerja intermediasi sektor jasa keuangan dengan mendorong penyaluran pembiayaan ke sektor prioritas Pemerintah. Termasuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain itu, kata mantan Wakil Menteri Keuangan ini, kebijakan untuk memperdalam pasar keuangan juga akan terus dikembangkan, guna meningkatkan likuiditas dan memperluas basis investor.
Baca juga : Transportasi Publik Ramah Kucing Liar
“Sehingga industri keuangan memiliki peran lebih nyata dalam menggerakkan perekonomian,” ucapnya.
Dari luar negeri, faktor pendukung stabilisasi datang dari lembaga OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development), yang merevisi pertumbuhan ekonomi global lebih kuat dibandingkan perkiraan sebelumnya pada awal tahun.
“Tensi perang dagang juga dalam tren menurun. Tetapi tetap ada potensi perang dagang maupun geopolitik kembali bergejolak,” imbaunya.
Baca juga : Dituntut 7 Tahun Bui, Eks Pejabat Disbud Menangis
Di Amerika Serikat (AS), kinerja perekonomian relatif stabil dengan pertumbuhan Produk Domesti Bruto (PDB) yang relatif tinggi, meskipun pasar tenaga kerja melemah dan inflasi masih terus persisten.
Sementara, siklus penurunan Fed Fund Rate (FFR) juga telah dimulai, yang dipangkas sebesar 25 basis poin (bps), dan diperkirakan masih akan berlanjut hingga akhir tahun.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya