Dark/Light Mode

Ekspansi QRIS Lintas Negara

BNI Perkuat Daya Saing Rupiah Di Pentas Global

Minggu, 12 Oktober 2025 06:30 WIB
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo. (Foto: Dok. BNI)
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo. (Foto: Dok. BNI)

 Sebelumnya 
“Jika ini berhasil kita perluas ke kawasan lain, termasuk Uni Arab, maka transaksi luar negeri tak lagi harus menggunakan mata uang lain. Ini akan sangat membantu menjaga stabilitas rupiah,” tegasnya.

Airlangga menambahkan, strategi perluasan QRIS lintas negara bukan hanya mendorong efisiensi transaksi, tetapi juga memperkuat posisi tawar Indonesia dalam kerja sama ekonomi regional maupun global.

Saat ini, QRIS lintas negara BNI telah tersedia di beberapa negara mitra seperti Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang, dan akan diperluas ke Korea Selatan, China, dan India sesuai roadmap BI.

Baca juga : Program Hadirkan Psikolog Di Puskesmas Dikebut Dong

Dihubungi terpisah, Associate Researcher Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Ajisatria Suleiman mengatakan, implementasi QRIS menjadi game changer dalam perluasan jangkauan layanan keuangan dasar.

Apalagi jika dilihat dari data Bank Indonesia, QRIS di adopsi masif oleh masyarakat dan pelaku UKM (Usaha Kecil dan Menengah).

Sebab, imbuh Ajisatria, dengan digitalisasi di sektor pembayaran ini, maka transaksi ritel dapat berjalan lebih aman dan nyaman.

Baca juga : Pramono Bicara Cukup 1 Periode

“Serta berkontribusi terhadap peningkatan volume transaksi,” ujar Ajisatria kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Tak hanya itu, tata kelola sistem pembayaran ini juga melibatkan kolaborasi swasta dan pemerintah, baik BUMN (Badan Usaha Milik Negara) maupun regulator.

Menurutnya, hal ini merupakan bagian dari tren yang berkembang di berbagai yurisdiksi lain di dunia, yang dikenal dengan konsep digital public infrastructure.

Baca juga : Dana Transfer Dipotong Pusat: Kepala Daerah Harus Kreatif, Jangan Cuma Ngomel-ngomel

“Ini diperlukan untuk mendorong inklusi keuangan,” katanya.

Namun yang terpenting, sambung dia, negara harus hadir dalam infrastruktur digital.

“Karena ini bertujuan untuk memastikan pemerataan akses, keandalan sistem dan keamanan nasional,” tutup Ajisatria. [DWI/IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.