Dark/Light Mode

Di Ajang World Expo 2025 Osaka

RI Perluas Jejaring Kerja Sama Dan Investasi Global

Senin, 13 Oktober 2025 06:30 WIB
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza. (Foto: Instagram/masfaisolriza)
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza. (Foto: Instagram/masfaisolriza)

RM.id  Rakyat Merdeka - Industri manufaktur Indonesia semakin menunjukkan kapasitasnya sebagai kekuatan baru di Asia. Melalui keikutsertaan dalam World Expo 2025 Osaka di Jepang, Indonesia memperluas jejaring kerja sama dan membuka peluang investasi di pasar global.

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengatakan, industri nasional kini didukung inovasi berkelanjutan dan semangat kolaborasi global. 

“Forum ini sebagai wahana penting untuk memperkuat kemitraan global dalam mewujudkan pertumbuhan industri berkelanjutan, inklusif dan berdaya saing tinggi,” ujar Faisol dalam keterangan resmi, Minggu (12/10/2025). 

Faisol menegaskan, Jepang merupakan salah satu mitra ekonomi utama Indonesia di kawasan Asia Timur. 

Baca juga : Efisiensi Anggaran Imbas Pemotongan DBH, DPRD Minta Bansos Lansia Dipertahankan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor sektor nonmigas Indonesia ke Jepang pada 2024 mencapai 18,59 miliar dolar AS atau sekitar Rp 308 triliun. Sedangkan nilai impor tercatat 14,88 miliar dolar AS (Rp 247 triliun). 

Total perdagangan bilateral kedua negara, baik migas maupun nonmigas, mencapai sekitar 35,70 miliar dolar AS (Rp 592 triliun). 

“Langkah ini bagian dari visi besar menuju Indonesia Emas 2045 melalui pembangunan industri yang tangguh dan ramah lingkungan,” kata Faisol. 

Dalam ajang tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berpartisipasi pada Theme Weeks 8: DSG’s + Beyond Future Society of Life yang berlangsung pada 6–13 Oktober 2025. 

Baca juga : Puji Negara Yang Bantu Damaikan Israel-Palestina, Trump: Indonesia Fantastis

Kegiatan ini mencakup Business Forum, Rolling Exhibition dan Business Matching, sebagai bagian dari misi diplomasi ekonomi untuk memperkenalkan potensi industri nasional, sekaligus menarik investasi baru di sektor industri berbasis teknologi dan keberlanjutan. 

Sebagai bagian dari kegiatan itu, Faisol juga melakukan pertemuan bilateral dengan dua mitra strategis Jepang. Yaitu Panasonic Energy dan New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO). 

Pertemuan dengan Panasonic Energy membahas peluang kerja sama di bidang teknologi baterai. Sementara, pembahasan dengan NEDO berfokus pada riset dan penerapan teknologi industri berkelanjutan di Indonesia. 

“Kolaborasi ini akan menjadi langkah strategis menuju industri nasional tangguh, inovatif dan berdaya saing tinggi di tingkat global,” jelas Faisol yang juga politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. 

Baca juga : Ponpes Ambruk Dibangun Pake APBN, Masih Pro-Kontra

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional Kemenperin Tri Supondy menambahkan, partisipasi Indonesia di Paviliun World Expo 2025 Osaka menjadi momentum penting untuk mendorong kerja sama strategis antara Pemerintah, pelaku industri dan investor internasional. 

“Kegiatan ini memperkuat diplomasi ekonomi industri Indonesia dan membuka peluang besar untuk ekspansi produk manufaktur nasional tidak hanya di pasar Jepang, tetapi juga secara global,” ujarnya. 

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika menambahkan, sektor agro Indonesia juga menampilkan produk unggulan yang selaras dengan tren global. 

“Kami ingin meyakinkan dunia bahwa Indonesia siap menjadi mitra strategis dalam menghadirkan solusi pangan dan produk alami bernilai tambah tinggi,” katanya. [DIR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.