Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Shopee Indonesia Bersama Komdigi Dan SIBERKREASI Luncurkan Buku AMAN
Kamis, 16 Oktober 2025 13:11 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Shopee Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta SIBERKREASI hari ini meluncurkan Buku Antisipasi Modus Penipuan (AMAN) Mengatasnamakan Shopee. Yakni, sebuah panduan praktis untuk mengenali dan menghindari beragam modus penipuan online, yang menjadi bagian dari kampanye anti penipuan online #TakKenalMakaTakAman.
Head of Corporate Affairs Shopee Indonesia Satrya Pinandita menjelaskan, komitmen Shopee dalam peningkatan kesadaran masyarakat terkait penipuan online.
“Keamanan pengguna selalu menjadi prioritas utama Shopee. Kami ingin memastikan setiap pengguna dapat berbelanja, berjualan, dan berinteraksi di platform kami dengan rasa aman dan nyaman,” ucapnya di Jakarta, Kamis (16/10/2025).
Menurut Satrya, pihaknya secara khusus merancang Buku AMAN Shopee dengan desain dan bahasa yang mudah dipahami oleh berbagai kalangan dan dalam format shareable, yang bisa dengan mudah dibagikan melalui berbagai platform.
“Kami juga berterima kasih atas dukungan penuh yang diberikan oleh Komdigi dan SIBERKREASI untuk bersama-sama membangun ekosistem yang aman bagi pengguna, karena #TakKenalMakaTakAman,” ungkapnya.
Baca juga : Menpora Apresiasi Lifter Indonesia Raih Emas Dan Pecahkan Rekor Dunia
Dia memastikan, kehadiran Buku AMAN Shopee menjadi salah satu perwujudan komitmen Shopee dalam menciptakan platform belanja online yang aman.
Buku AMAN Shopee kini sudah dapat diakses dan diunduh dengan mudah lewat laman portal Shopee Xtra Aman.
Diakui Satrya, modus penipuan online dewasa ini terus berkembang dan semakin kreatif.
Laporan ‘State of Scams in Southeast Asia 2025’ dari Global Anti-Scam Alliance mencatat bahwa 66 persen masyarakat Indonesia pernah menjadi target percobaan penipuan dalam 12 bulan terakhir. Mulai dari phishing, lowongan pekerjaan palsu, hingga penipuan mengatasnamakan institusi tertentu. Para penipu melancarkan aksi penipuannya melalui aplikasi pesan singkat (67 persen), telepon (64 persen), dan SMS (59 persen).
“Maraknya fenomena penipuan ini menunjukkan, perlunya edukasi preventif agar masyarakat lebih peka dan sadar terkait modus penipuan untuk bisa melindungi dirinya,” ujarnya.
Baca juga : Pemuda Pancasila Gelar Doa Bersama dan Shalawat untuk Negeri
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Literasi Digital BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital Rizki Ameliah mengapresiasi inisiatif Shopee dalam mengedukasi dan meningkatkan literasi digital masyarakat untuk mencegah penipuan online.
“Pemerintah sangat mengapresiasi terbitnya Buku AMAN Shopee ini,” ujarnya.
Buku ini, kata Rizki, sejalan dengan pilar literasi digital yang tengah didorong, sehingga menjadi langkah positif dalam memperkuat edukasi masyarakat di ranah digital.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total kerugian masyarakat akibat penipuan yang dilaporkan melalui Indonesia Anti Scam Center (IASC) mencapai Rp 6,1 triliun selama periode November 2024 hingga September 2025.
Menurut Rizki, saat ini, tantangannya bukan hanya sekadar teknologi, tapi juga membangun ekosistem yang melibatkan berbagai pihak. Seperti Pemerintah, platform digital, publik figur, dan komunitas untuk menyatukan visi dan persepsi dalam memberikan edukasi serta literasi digital kepada masyarakat.
Baca juga : AS-Indonesia Perkuat Upaya Perangi Kejahatan Keuangan
Ketua Umum SIBERKREASI Donny Budi Utoyo menambahkan, literasi digital dalam menghadapi fenomena penipuan online saat ini sangatlah penting.
“Literasi digital bukan hanya sekadar mampu menggunakan teknologi, tetapi juga harus mencakup kesadaran kritis dalam memahami, menyaring, hingga menyebarkan informasi secara bertanggung jawab," ujarnya.
Dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih saat ini, masyarakat pun diharapkan bisa menjadi lebih kritis dan tidak mudah percaya terhadap informasi dari orang yang tidak dikenal.
“Edukasi anti penipuan seperti Buku AMAN Shopee ini adalah salah satu inovasi yang dapat membekali masyarakat tentang langkah praktis menghindari penipuan online," pungkas Donny.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya