Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ramaikan Pameran TEI 2025, Tatalogam Group Komit Terapkan Industri Hijau
Kamis, 16 Oktober 2025 14:48 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pameran perdagangan terbesar se-Asia Tenggara,Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, resmi dibuka di Indonesia Convention Exhibition (ICE) - BSD City, Tangerang Selatan, Rabu (15/10/2025).
Sebanyak 1.619 peserta berpartisipasi dalam acara tersebut, Lebih dari 8.045 pembeli dari 130 negara tercatat mengikuti pameran yang digelar dari 15 -19 Oktober 2025.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang menginisiasi acara tersebut, menargetkan TEI ke-40 ini dapat membukukan nilai transaksi senilai 16,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp273,54 triliun.
Menanggapi hal itu, Vice President of Operation PT Tatalogam Lestari (Tatalogam Group), Stephanus Koeswandi mengatakan, peluang ekspor terbuka luas di pameran yang berfokus pada B2B (Business to Business) ini.
Stephanus menambahkan, sama halnya dengan food beverage dan agricultutal product, manufacture product yang ditampilkan dalam pameran ini juga harus menunjukkan inovasi dan kreativitas terbaiknya agar bisa merambah pasar global.
Baca juga : HUT ke-55, INACA Komit Menuju Industri Penerbangan Hijau
Menurutnya, inovasi karya dan kreativitas menjadi salah satu kunci kesuksesan dalam upaya menembus pasar global. Terutama inovasi yang mengarah pada keberlanjutan lingkungan.
"Kami dari Tata Metal Lestari dan Tatalogam Lestari senantiasa terus berinovasi agar produk baja lapis yang kami produksi sudah mengusung prinsip industri hijau sehingga dapat diterima di luar negeri," ujar Stephanus dalam keterangannya, Kamis (16/10/2025).
Stephanus menambahkan, sebagai perusahaan manufaktur baja yang mengusung pembangunan yang berkelanjutan, Tatalogam Group berkomitmen untuk terus berinovasi menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan menunjukkan kreativitas tanpa merusak lingkungan.
Hal ini dibuktikan dengan beberapa produk unggulan yang mereka tampilkan seperti Domus Fastrack, Taso Baja Ringan, Purlin rangka metal Hi-Ten, dan atap metal andalan mereka seperi sakura roof, multi sirap, dan lain-lain.
Tak hanya produk hilir yang diproduksi Tatalogam Lestari, di hulu, Tata Metal Lestari juga memamerkan produk-produk baja lapis lembaran inovasi ramah lingkungan mereka seperti Nexium, Nexcolour, dan Nexgen.
Baca juga : Indonesia Kantongi Komitmen Investasi Rp 468 Triliun
Ketiga produk yang sudah merambah 15 negara di dunia ini juga di produksi dengan standar-standar internasional, termasuk standar industri hijau.
Stephanus berharap lewat pameran ini, dengan konsep B2B yang diusung, tak hanya industri besar, Industri Kecil Menengah (IKM) nasional juga ikut berkembang sehingga perumbuhan ekonomi semakin pesat.
Melalui pameran ini pelaku industri besar bisa menjalin kerja sama dengan pelaku industri kecil. Dengan begitu diharapkan, produk yang dihasilkan juga berpeluang besar untuk tampil di pasar global.
Langkah ini pernah dilakukan Tatalogam Lestari bersama Industri Kecil yang memproduksi batu rijang atau batuan alam unik dari gunung berapi yang memiliki tingkat kekerasan tinggi.
Batuan ini mampu mengurangi suhu ekstrem dan meredam suara. Produk IKM ini yang kemudian digunakan untuk melapisi atap metal produksi mereka. Produk atap metal ini diberi nama Multi Sirap.
Baca juga : PRO AVL Indonesia 2025, Dorong Kemajuan Industri Kreatif dan Hiburan Nasional
"Atap Multi Sirap merupakan hasil kolaborasi antara Tatalogam Lestari dengan IKM pengrajin batuan alam dekat pulau Bali yang sudah bermitra dengan kami sejak tahun 1994," ujar Stephanus.
Sejak dilakukan pembinaan di tahun 2000, batu ini berhasil lolos uji ketahanan di Amerika dan mengantungi sertifikat FM Approvals (Factory Mutual Approvals) dan ASTM (American Standard Testing and Material) sehingga bisa diekspor ke luar negeri," pungkas Stephanus.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya