Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Mappan Yakin Visi Presiden Soal Swasembada Pangan Segera Terwujud
Jumat, 17 Oktober 2025 17:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum Masyarakat Pemerhati Pangan (Mappan) Indonesia Wignyo Prasetyo menilai momentum Hari Pangan Sedunia yang diperingati setiap 16 Oktober menjadi saat tepat untuk melihat capaian konkret sektor pertanian nasional.
Dia menyebut, hingga Oktober 2025, produksi beras nasional sudah melampaui 33 juta ton, angka yang menandakan peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
“Badan Pangan Dunia (FAO) memprediksi Indonesia mampu mencapai 34 juta ton di akhir tahun 2025, bahkan 35,6 juta ton pada musim tanam berikutnya," kata Wignyo di Jakarta, Jumat (17/10/2025).
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa visi Presiden Prabowo Subianto soal swasembada pangan sudah on the track. Catatannya, dengan kebutuhan beras nasional sekitar 31 juta ton per tahun, Indonesia berpotensi mengalami surplus 3-4 juta ton pada akhir 2025.
Baca juga : Pengamat: Irak Wajar Protes Soal Keuntungan Tuan Rumah Arab Saudi
“Ini menjadi landasan kuat untuk peningkatan lebih lanjut di tahun 2026,” ujar Wignyo yang juga menjabat sebagai Koordinator Nasional Tim 8 Prabowo.
Optimisme menjadikan Indonesia swasembada pangan menurutnya semakin kuat jika melihat prediksi FAO yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan peningkatan produksi beras tertinggi di Asia.
FAO, sebutnya, menilai strategi Pemerintah dalam memperluas lahan tanam dan memperbaiki sistem irigasi berkontribusi besar terhadap lonjakan produksi.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya juga menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia bisa mencapai swasembada beras pada 2025.
Baca juga : Klopp Yakin Wirtz Segera Tunjukkan Kelasnya
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, hingga November 2025, produksi beras nasional mencapai 33,1 juta ton dan diperkirakan menembus 34 juta ton di akhir tahun.
Angka itu melonjak sekitar 13,3 persen dibanding tahun 2024 yang hanya menyentuh 30 juta ton. "Kita sudah melebihi kebutuhan nasional, dan ini bukti bahwa sektor pangan kita sedang berada di jalur yang benar," ucapnya.
Dia menambahkan, Presiden Prabowo telah mengantisipasi berbagai tantangan, terutama yang terkait dengan perubahan musim dan ketahanan pangan.
"Presiden memperbaiki yang sudah ada dan membangun yang baru, mulai dari irigasi, penambahan lahan tanam, hingga intensifikasi produksi," katanya.
Baca juga : Ini Alasan KDM Nggak Ikut Protes Menkeu Purbaya Soal Pemangkasan TKD
Wignyo menegaskan, langkah-langkah tersebut akan memperkuat pondasi menuju kemandirian pangan nasional yang berkelanjutan. Menurutnya, kunci keberhasilan bukan hanya pada produksi, tapi juga pada pemerataan distribusi dan keberlanjutan pasokan antarwilayah.
Dia juga mengapresiasi sinergi antara Pemerintah pusat, daerah, dan petani dalam menjaga kestabilan produksi sepanjang 2025. Wignyo lalu menyebut, dengan tren peningkatan produksi beras dan surplus pasokan yang berpotensi terus tumbuh, target swasembada pangan pada 2025 realistis untuk dicapai.
Wignyo pun berharap momentum Hari Pangan Sedunia menjadi refleksi bagi seluruh pihak untuk memperkuat komitmen terhadap kedaulatan pangan nasional.
"Capaian ini bukan akhir, tapi langkah awal menuju kemandirian pangan yang sesungguhnya," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya