Dark/Light Mode

Menjaga Pasokan, Menopang Negeri

Hulu Migas Di Garis Depan Pengamanan Sektor Energi

Sabtu, 18 Oktober 2025 06:35 WIB
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto. (Foto: Instagram/skkmigasofficial)
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto. (Foto: Instagram/skkmigasofficial)

 Sebelumnya 
“Kegiatan ini bukan semata peningkatan lifting, tapi juga pemberdayaan masyarakat sekitar wilayah operasi migas,” ujarnya. 

Deputi Pengembangan dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Rikky Rahmat Firdaus menambahkan, masih terdapat 203 sumur tidak aktif (idle), 74 proyek pengembangan (Plan of Development/POD) tertunda, dan 301 struktur migas belum dikembangkan. Potensi sumber daya dari struktur-struktur itu mencapai 1,8 juta barel minyak dan 13,4 triliun kaki kubik gas (Trillion Cubic Feet/TCF). 

“Ini volume signifikan yang jika dimonetisasi dengan baik dapat memberi kontribusi besar bagi produksi nasional dan ketahanan energi,” kata Rikky dalam ajang Indonesian Petroleum Association (IPA) Convex 2025 di Tangerang, Banten, Kamis (22/10/2025). 

Baca juga : BUMN Diharapkan Bisa Pacu Produksi Si Manis

Di luar sisi teknis, SKK Migas aktif memperkuat literasi publik tentang industri hulu migas. 

Dalam ajang Asia Pacific Oil & Gas Conference and Exhibition (APOGCE) 2025 di Jakarta, Vice President Lingkungan Sekretaris SKK Migas Hudi D. Suryodipuro memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai pengelolaan energi nasional. 

“Industri hulu migas adalah energi tak terbarukan yang membutuhkan modal besar, teknologi tinggi dan sumber daya manusia berkeahlian khusus. Namun kontribusinya sangat penting dalam menopang pembangunan nasional,” ujarnya, Rabu (15/10/2025). 

Baca juga : Ditolak Pedagang Barito Diminati Pedagang Lokal

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Heru Setyadi menambahkan, keterbukaan informasi menjadi fondasi kepercayaan publik. 

“Melalui transparansi, kami ingin memastikan publik memahami proses dan manfaat pengelolaan sumber daya migas bagi negara,” katanya, Selasa (14/10/2025) di Jakarta. 

Pilar Ketahanan Energi Nasional 

Hingga pertengahan tahun, realisasi lifting migas nasional mencapai 1,557 juta BOEPD atau 96,7 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Enam kontraktor besar—BP Berau, ExxonMobil Cepu, Medco E&P Grissik, Pertamina Hulu Mahakam, Eni East Sepinggan, dan Husky-CNOOC Madura—telah melampaui target produksi. 

Baca juga : Kasus Laptop Chromebook, Kejaksaan Agung Terima Pengembalian Uang 10 M

SKK Migas menilai, ketahanan energi bukan sekadar persoalan produksi, tetapi kemampuan bangsa menjamin pasokan di tengah tekanan global. Melalui program tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility/CSR), SKK Migas dan KKKS juga berupaya memastikan keberlanjutan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar wilayah operasi. 

“Produksi energi harus berjalan seiring dengan kesejahteraan masyarakat,” tegas Hudi. 

Dengan dukungan proyek-proyek baru dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, SKK Migas optimistis industri hulu migas akan terus menjadi penopang utama ketahanan energi Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.