Dark/Light Mode

Dukung Target Swasembada, ID Food Kebut Program Ketahanan Pangan Kita

Selasa, 21 Oktober 2025 06:35 WIB
Senior Vice President (SVP) Sekretaris Perusahaan ID Food Yosdian Adi Pramono. (Foto: Instagram/yosdian)
Senior Vice President (SVP) Sekretaris Perusahaan ID Food Yosdian Adi Pramono. (Foto: Instagram/yosdian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Holding BUMN Pangan, ID Food mempercepat realisasi berbagai program strategis untuk mendukung target swasembada pangan nasional.

Senior Vice President (SVP) Sekretaris Perusahaan ID Food Yosdian Adi Pramono menegaskan, pihaknya berkomitmen memperkuat sektor pangan agar bisa menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. 

“Sebagai BUMN Pangan, kami berkomitmen memastikan pasokan dan harga pangan tetap stabil. Setiap inisiatif ID Food berorientasi pada keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Yosdian dalam keterangan resminya, Senin (20/10/2025). 

Menurut Yosdian, hingga Oktober 2025 pihaknya telah menyalurkan 9.500 ton beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) ke berbagai daerah di Indonesia melalui lebih dari 50 cabang operasional. 

Distribusi dilakukan bukan hanya lewat pasar tradisional, tapi juga jaringan ritel modern seperti Indomaret, Alfamart, Hypermart, Superindo, TIP TOP, Transmart, Naga Swalayan, dan Hero. 

Distribusi beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) di minimarket. (Foto: Dok. ID Food)

Baca juga : Airlangga Ngegas, Siap Mencetak Tenaga Andal

Tak hanya menjaga pasokan beras, ID Food lewat anak usahanya PT Sang Hyang Seri (SHS) juga telah memasok 5,9 juta kilogram benih padi unggul selama triwulan III­2025. Benih tersebut mampu menutup sekitar 185 ribu hektare lahan tanam di 93 kabupaten dan 21 provinsi. 

“Program ini memperkuat ketahanan pangan dari sisi produksi serta memastikan petani mendapatkan benih berkualitas,” ujar Yosdian. 

Sementara untuk menjaga harga gula tetap stabil, ID Food melalui PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) telah menyerap 121.312 ton gula, dengan 92.830 ton di antaranya berasal langsung dari petani tebu. 

Selain itu, ID Food mendorong pemerataan ekonomi desa melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Saat ini, jaringan distribusi KDMP sudah hadir di 298 titik, dengan target ekspansi hingga 1.836 titik di seluruh Indonesia. 

“Melalui KDMP, kami menyediakan berbagai produk pangan unggulan seperti beras, gula, minyak goreng, daging, telur, ikan, garam, dan benih,” jelasnya. 

Baca juga : Rakyat Merdeka Pantau Uji Coba Kedua, Warga Serbu Wisata Night At Ragunan Zoo

Menanggapi ini, Pengurus Pusat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Khudori, mengapresiasi langkah cepat BUMN pangan seperti ID Food dalam mewujudkan swasembada pangan. 

Menurut Khudori, target swasembada pangan yang semula dicanangkan 2029 kini dipercepat, terutama untuk komoditas padi dan jagung. 

“Kalau definisinya swasembada itu 90 persen kebutuhan dalam negeri dipenuhi dari produksi sendiri, sebenarnya Indonesia sudah swasembada,” kata Khudori kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Ia mencatat, sepanjang 2018– 2024, rata­rata impor beras Indonesia hanya 3,85 persen dari total konsumsi. Dan tahun ini produksi beras mencapai lebih dari 3 juta ton, surplus terbesar sejak 2019. Produksi jagung juga tumbuh lebih dari 8 persen. 

Khudori menilai, capaian ini merupakan hasil peningkatan anggaran, pengawalan intensif dari Kementerian Pertanian, serta dukungan program, seperti KDMP yang digagas Pemerintah. 

Baca juga : Sandra Dewi Ajukan Gugatan Penyitaan Aset

Dia melihat, Presiden Prabowo Subianto tidak main­main dalam membenahi berbagai aspek usaha tani. 

“Termasuk membentuk 80 ribu KDMP yang akan menjadi pusat input produksi, penampung hasil tani, sekaligus penyedia pendanaan bagi petani,” ujarnya. 

Selain itu, Pemerintah juga sukses menaikkan volume pupuk subsidi menjadi 9,5 juta ton dan memangkas regulasi berbelit dari 125 menjadi hanya beberapa aturan inti. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.