Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Setahun Berdampak: Listrik Desa Jadi Bukti Negara Hadir Hingga ke Pelosok Negeri
Jumat, 24 Oktober 2025 10:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto terus memperluas akses energi untuk seluruh rakyat. Program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pemerataan energi dan pemerataan pembangunan, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil.
Kini, hampir seluruh desa di berbagai pelosok Indonesia telah menikmati listrik. Kehadiran energi menjadi bukti nyata bahwa negara hadir untuk rakyat, sekaligus membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan sosial dan ekonomi di tingkat pedesaan.
“Di desa-desa terpencil, cahaya listrik kini menjadi simbol kehadiran negara dan pembuka jalan bagi kesempatan sosial-ekonomi. Listrik tidak lagi hanya aspek penerangan, namun meningkatkan pula akses pendidikan, produktivitas, dan taraf hidup masyarakat,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Selasa (21/10/2025).
(Foto: dok. ESDM)
Baca juga : SIM Keliling Jakarta Jumat 24 Oktober, Hadir Di 5 Lokasi
Program Listrik Desa telah menjangkau 10.068 lokasi dan memberi manfaat bagi lebih dari 1,2 juta calon pelanggan baru. Sementara realisasi Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) periode 2024 telah mencapai 155.429 rumah tangga (RT). Hingga September 2025, sebanyak 135.482 RT telah terpasang dari target 215.000 RT sampai akhir tahun.
Melalui dua program prioritas ini, Pemerintah menunjukkan komitmen untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus mempercepat pemerataan energi sebagai bagian dari kemandirian dan keadilan nasional.
Namun, Bahlil mengakui, perjalanan menuju elektrifikasi penuh tidaklah mudah. Saat ini rasio elektrifikasi nasional sudah mencapai 99,1 persen. Sisanya, masih sulit dijangkau karena lokasi rumah penduduk yang tersebar di pulau-pulau terluar dan pedalaman.
Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian ESDM mempercepat transformasi energi nasional menuju energi bersih. Pemerintah memperbanyak pembangunan proyek pembangkit listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Baca juga : PLN Hijaukan Energi, Kuatkan Negeri
“Perubahan arah kebijakan juga mencakup transformasi menuju energi yang bersih dan berkelanjutan. Pemerintah sudah meresmikan puluhan pembangkit energi terbarukan, mempercepat proyek PLTS berkapasitas 100 gigawatt, dan melibatkan koperasi desa dalam transisi energi," ujar Bahlil.
"Ekonomi dan ekologi tidak harus dipertentangkan. Keduanya bersinergi menciptakan fondasi pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan merata,” imbuhnya.
Bahlil juga menegaskan tekad pemerintah untuk mencapai elektrifikasi 100 persen. “Setelah 80 tahun merdeka, tidak selayaknya ada warga yang masih mengalami gelap gulita,” tuturnya.
Dampak nyata program Lisdes dan BPBL mulai dirasakan masyarakat. Di Desa Bandar Jaya, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Ruslam kini bisa menikmati rumah yang terang setiap malam setelah bertahun-tahun bergantung pada genset kecil.
Baca juga : Setahun Berdampak: EBT Bukti Keseriusan Pemerintah Wujudkan Kemandirian Energi
“Alhamdulillah, sekarang rumah kami terang, tanpa harus mikir beli bensin tiap malam. Anak-anak bisa belajar sampai malam, istri bisa menjahit tanpa terburu-buru, dan saya bisa istirahat dengan tenang,” kata Ruslam.
Sementara di Kampung Iraiweri, Distrik Anggi, Pegunungan Arfak, Papua Barat, warga seperti Elias Inyomusi kini menikmati listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Anggi.
“Semua rumah itu harus dapat listrik, supaya untuk kami punya anak-anak kami itu bisa belajar, mamak-mamak bisa masak dengan (penerangan) lampu. Saat saya lahir di sini, kami belum ada lampu. Kami bikin api. Kami baca, belajar, itu pasang, bikin gelegar untuk jadi pelita,” ujar Elias.
Pemerintah menargetkan rasio elektrifikasi nasional mencapai 100 persen pada tahun 2030. Dengan komitmen tersebut, tidak ada lagi alasan bagi rakyat Indonesia untuk hidup dalam gelap setelah delapan dekade merdeka.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya