Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kapolri: Sinergi Dan Mitigasi Kunci Cegah Dampak Bencana
Rabu, 5 November 2025 16:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana alam yang meningkat di musim hujan.
Hal tersebut disampaikan saat memimpin apel kesiapan tanggap darurat bencana di Mako Brimob Polri, Depok, Rabu (5/11/2025).
Sigit mengungkapkan, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebanyak 43,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan, dengan puncak diperkirakan terjadi secara bertahap mulai November 2025 hingga Januari 2026.
Baca juga : Tito Karnavian: Bonus Demografi San Desa Jadi Kunci Indonesia Maju 2045
“Saat ini hampir setengah wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan. Peningkatan curah hujan ini berpotensi menimbulkan berbagai bencana, seperti banjir, longsor, puting beliung, hingga gelombang tinggi,” ujar Sigit.
Ia menambahkan, fenomena La Niña juga diprediksi akan mulai terjadi pada November 2025 dan berlangsung hingga Februari 2026, yang dapat meningkatkan intensitas hujan di atas normal.
Dalam menghadapi kondisi tersebut, Sigit menekankan perlunya langkah antisipatif dan kesiapan optimal dari seluruh unsur, baik pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, maupun lembaga terkait lainnya.
Baca juga : Real Madrid Dan Atletico Kompak Menang
“Diperlukan kesiapan yang optimal dari seluruh elemen bangsa — mulai dari TNI, Polri, pemerintah pusat hingga daerah, BNPB, Basarnas, PMI, BMKG, kementerian dan lembaga terkait, serta masyarakat — untuk memastikan adanya quick response terhadap setiap situasi bencana,” ujarnya.
Kapolri menegaskan bahwa sinergi dan mitigasi terpadu menjadi kunci dalam meminimalkan dampak bencana terhadap masyarakat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor dapat mengurangi risiko korban jiwa, kerusakan fasilitas umum, serta menjaga stabilitas sosial dan ekonomi.
“Melalui sinergitas dan kolaborasi yang terintegrasi, kita dapat memaksimalkan upaya mitigasi dan memperkecil risiko kerugian, baik korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur yang dapat menghambat pembangunan nasional,” tutur Sigit.
Baca juga : Kolaborasi Binus University Dan Microsoft Dukung Pembelajaran AI Lewat GreatNusa
Apel kesiapan tanggap darurat bencana tersebut digelar serentak di seluruh Indonesia dan diikuti oleh personel gabungan dari berbagai instansi. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi nasional dalam menghadapi potensi bencana selama musim hujan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya