Dark/Light Mode

Gerakkan Sektor Peternakan dan Industri Pangan, MBG Naikkan Produktivitas Nasional

Kamis, 6 November 2025 08:22 WIB
Petugas menyiapkan paket MBG di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palmerah, Jakarta. (Foto: Tedy O Kroen/RM).
Petugas menyiapkan paket MBG di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palmerah, Jakarta. (Foto: Tedy O Kroen/RM).

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut menopang kinerja ekonomi nasional. Program andalan Presiden Prabowo Subianto ini sukses meningkatkan permintaan domestik dan menggerakkan sektor peternakan dan industri pangan. 

"Kebijakan fiskal Pemerintah dalam memastikan efektivitas belanja, khususnya melalui implementasi program Makan Bergizi Gratis, turut menopang kinerja ekonomi pada triwulan III-2025,” terang Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), Moh. Edy Mahmud, dalam konferensi pers rilis Berita Resmi Statistik, di Jakarta, Rabu (5/11/2025).

BPS mencatat, sektor pertanian tumbuh 6,51 persen. Salah satu pemicunya adalah adanya peningkatan permintaan daging ayam dan telur ayam ras untuk program MBG.

Subsektor tanaman pangan juga menunjukkan kinerja kuat dengan pertumbuhan 9,94 persen. Kinerja ini didorong oleh peningkatan produktivitas dan luas panen padi yang mendukung ketersediaan pangan pokok untuk pelaksanaan program MBG.

Baca juga : Pembiayaan Whoosh Aman, Prabowo Tanggung Jawab

MBG juga memberikan efek berganda (multiplier effect). Di antaranya terlihat pada sektor industri pengolahan makanan dan minuman yang tumbuh 6,49 persen pada triwulan III-2025. Pertumbuhan tersebut didorong peningkatan produksi berbagai bahan pangan olahan yang berorientasi pada penyediaan makanan bergizi.

BPS juga mencatat pertumbuhan signifikan pada transaksi digital yang turut memperkuat akses pangan dan distribusi MBG. Transaksi e-commerce naik 6,19 persen secara kuartalan, seiring meningkatnya pemanfaatan platform daring oleh pelaku usaha pangan. Termasuk UMKM sektor pertanian dan kuliner.

Dari sisi ketenagakerjaan, sektor pertanian, industri makanan, dan minuman menjadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja baru. Hingga Agustus 2025, jumlah penduduk bekerja bertambah 1,90 juta orang. Sementara tingkat pengangguran terbuka menurun menjadi 4,85 persen.

“Ini sejalan dengan fokus Pemerintah memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung implementasi Program Makan Bergizi Gratis,” terang Edy.

Baca juga : Naik KRL Dari Manggarai Ke Tanah Abang, Presiden Dekat Dengan Rakyat

Agar dampak positif MBG pada ekonomi semakin besar, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menyelenggarakan program ini dengan sepenuhnya menggunakan barang dan bahan lokal. Wakil Ketua Tim Koordinasi MBG ini meminta BGN memastikan tidak ada satu barang pun yang berasal dari impor, baik bahan pangan maupun peralatan dapur MBG.

“Semua harus mengandalkan produksi dalam negeri,” ucap Imin, sapaan akrab Muhaimin, saat mengunjungi Pesantren Al Ittifaq, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (5/11/2025).

Ketua Umum PKB ini menegaskan, penggunaan barang dan bahan lokal selaras dengan keinginan Presiden Prabowo agar MBG mampu mendorong laju perekonomian masyarakat. Penggunaan bahan dan alat hasil produksi dalam negeri akan menciptakan ekosistem perekonomian yang memberdayakan masyarakat.

"Supaya ekosistem ekonomi tumbuh, tahap kedua nanti, kalau sudah mulai stabil, jangan lagi menggunakan barang-barang di luar UMKM dan koperasi. Ini harapan saya,” ujarnya.

Baca juga : Perintah Zulhas: Rapat MBG Bakal Digelar Setiap Hari

Dia lalu mencontohkan Koperasi Pondok Pesantren Al Ittifaq yang mampu menjadi agregator petani dan UMKM produsen pangan lokal ke ekosistem MBG. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Al-Ittifaq juga mampu menjadi bukti bahwa program MBG bisa membentuk ekosistem rantai pasok yang memperkuat ekonomi lokal.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.