Dark/Light Mode

Sinar Mas Dukung 299 Petani Sawit Aceh Raih Sertifikasi RSPO

Sabtu, 8 November 2025 09:41 WIB
Foto: Sinar Mas
Foto: Sinar Mas

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 299 petani sawit swadaya dari Aceh yang tergabung dalam CV Perangin-angin Group (CV PAG) resmi meraih sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Sertifikasi ini diberikan dalam ajang Konferensi RSPO 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa para petani telah mengelola lebih dari 650 hektare kebun sawit secara legal, bebas deforestasi, serta sesuai prinsip sosial dan lingkungan yang bertanggung jawab. Kelompok ini menjadi petani swadaya ketiga berturut-turut yang tersertifikasi melalui program Sawit Terampil, hasil pendampingan Sinar Mas Agribusiness and Food, setelah kelompok petani dari Aceh Utara (2023) dan Langkat, Sumatera Utara (2024).

Secara total, lebih dari 800 petani swadaya dengan sekitar 1.600 hektare lahan kini telah memperoleh sertifikasi RSPO melalui program tersebut.

Petani swadaya menyumbang hampir separuh produksi sawit nasional, namun masih menghadapi berbagai kendala seperti legalitas lahan, minimnya pengetahuan teknis, dan terbatasnya akses ke pasar berkelanjutan.

Baca juga : CAAIP Dukung Pemerintah Naikkan Status Akademik STIP Jakarta

Sertifikasi RSPO memberikan peluang bagi petani untuk memperoleh harga jual yang lebih adil, produktivitas jangka panjang, serta meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat. Namun, proses menuju sertifikasi kerap rumit dan memerlukan biaya tinggi jika dilakukan secara mandiri.

Melalui program Sawit Terampil, Sinar Mas Agribusiness and Food mendampingi petani yang menjadi pemasok dalam rantai pasoknya. Program ini membantu mereka menerapkan praktik pertanian yang baik (Good Agricultural Practices), mengurus Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) sebagai dasar legalitas lahan, dan mempersiapkan sertifikasi agar bisa mengakses pasar sawit berkelanjutan.

Hasil pendampingan tersebut menunjukkan kemajuan nyata. Banyak petani kini menikmati hasil panen lebih baik, efisiensi biaya, serta kelembagaan koperasi yang lebih kuat.

Salah satu penerima sertifikasi, Risniati Tarigan, merupakan pedagang sekaligus petani sawit swadaya dari Subulussalam, Aceh. Saat pertama kali mengikuti pelatihan Sawit Terampil pada 2023, ia tak menyangka perjalanannya menuju praktik berkelanjutan akan mengantarkannya ke panggung internasional.

Baca juga : Inovasi Keuangan Berkelanjutan PNM Raih Apresiasi Berharga

“Sebagai petani, saya ingin menghasilkan buah yang lebih baik dan tidak ditolak pabrik. Buah berkualitas artinya harga lebih baik untuk petani maupun pedagang,” ujarnya.

Menurut Risniati, pelatihan yang diterimanya tidak hanya berfokus pada standar kualitas tandan buah segar (TBS), tetapi juga cara meningkatkan mutu hasil panen dari kebun sendiri.
“Sekarang lebih transparan antara pedagang pengumpul TBS dan petani. Harga TBS itu ditentukan oleh kualitas. Ada biaya angkut dan lainnya, tapi kualitas tetap nomor satu,” tambahnya.

Hingga 2025, Sinar Mas Agribusiness and Food telah melatih lebih dari 11.000 petani melalui program Sawit Terampil.
Inisiatif ini merupakan bagian dari kerangka keberlanjutan Collective for Impact, dengan target melatih 100.000 petani swadaya pada 2035.

Helena Delima Lumban Gaol, Head of Smallholder Innovation Sinar Mas Agribusiness and Food, menegaskan pentingnya pendampingan jangka panjang bagi petani.

Baca juga : Soal Data Duit Pemda Di Bank, BI Pastikan Akurat Dan Terverifikasi

“Sawit Terampil menunjukkan bahwa petani kecil tidak hanya butuh pelatihan singkat, tetapi pendamping yang berjalan bersama mereka untuk memperbaiki praktik berkebun, memperoleh legalitas lahan, hingga membuka akses ke pasar bersertifikat,” katanya.

“Melalui kolaborasi ini, kami bukan hanya meningkatkan penghidupan petani, tapi juga mendukung misi RSPO agar sawit berkelanjutan dapat dicapai oleh petani swadaya,” tambahnya.

Sertifikasi yang diraih CV Perangin-angin Group menjadi langkah nyata dalam memperluas praktik sawit berkelanjutan di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi petani swadaya sebagai bagian penting dalam rantai pasok global yang bertanggung jawab.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.