Dark/Light Mode

UIN Sunan Gunung Djati Bandung Dukung Percepatan Sertifikasi Halal MBG

Sabtu, 4 Oktober 2025 10:19 WIB
FGD bertema Sinergi Stakeholder untuk Peningkatan Standarisasi Operasional Dapur MBG yang Mampu Menyajikan Pangan Bergizi, Aman, dan Halal, yang diinisiasi oleh Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) DPD Jawa Barat bersama Badan Gizi Nasional (BGN) di Bandung, 2-4 Oktober 2025. (Foto: Istimewa/Kemenag)
FGD bertema Sinergi Stakeholder untuk Peningkatan Standarisasi Operasional Dapur MBG yang Mampu Menyajikan Pangan Bergizi, Aman, dan Halal, yang diinisiasi oleh Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) DPD Jawa Barat bersama Badan Gizi Nasional (BGN) di Bandung, 2-4 Oktober 2025. (Foto: Istimewa/Kemenag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung percepatan sertifikasi halal dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal ini disampaikan Kepala LPH UIN Bandung Tri Cahyanto dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema "Sinergi Stakeholder untuk Peningkatan Standarisasi Operasional Dapur MBG yang Mampu Menyajikan Pangan Bergizi, Aman, dan Halal", yang diinisiasi oleh Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) DPD Jawa Barat bersama Badan Gizi Nasional (BGN).

“LPH siap mendukung sidang sertifikasi halal secara berkala, bahkan mingguan, untuk mempercepat layanan. Namun, kuncinya ada pada komitmen dan kesiapan Pelaku Usaha MBG dalam menerapkan standar SJPH," kata Tri Cahyanto, Jumat (3/10/2025).

Baca juga : BGN: Keracunan MBG Di Bandung Barat Dipicu Kandungan Nitrit Pada Melon

"Sehingga, Sertifikat Halal SH (Sertifikat Halal) bukan sekadar formalitas, tetapi jaminan nyata bagi masyarakat bahwa pangan MBG aman, bergizi, dan halal,” imbuhnya.

Terkait hal tersebut, Ketua APJI DPW Jawa Barat Cahya Ningsih menegaskan, pihaknya  sangat prihatin atas maraknya kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) pada dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan berkomitmen memastikan MBG berjalan dengan standar yang lebih baik.

“Kami ingin MBG tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dan halal, sehingga masyarakat mendapat manfaat maksimal sekaligus terlindungi,” jelasnya.

Baca juga : APJI Siap Kolaborasi Dukung Tingkatkan Kualitas Program MBG

Di lain pihak, Deputi Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional Nyoto Suwignyo menuturkan, pemerintah menyambut baik sinergi dengan APJI, LPH UIN Bandung, dan seluruh stakeholder.

"Kolaborasi ini sangat penting agar MBG benar-benar menjadi program unggulan nasional, yang menjawab kebutuhan gizi masyarakat, sekaligus memberikan kepastian kehalalan yang meningkatkan kepercayaan publik,” tegasnya.

FGD ini dihadiri berbagai stakeholder strategis, termasuk Badan Gizi Nasional, Dinas Kesehatan Jawa Barat, APJI DPD Jawa Barat, PERSAGI, Indonesian Chef Association, serta 100 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyelenggara MBG.

Baca juga : Kunker Ke Gunungkidul, Komisi X DPR Dorong Penguatan Literasi Daerah

Diskusi ini menghasilkan rumusan langkah sinergis untuk mencegah kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan yang sebelumnya marak terjadi, sekaligus memperkuat pengawasan mutu dan jaminan halal.

Dengan kolaborasi lintas pihak, LPH UIN Bandung bersama APJI dan stakeholder lain berkomitmen mengawal standar kehalalan MBG. Agar program ini tidak hanya menjadi solusi gizi, tetapi juga memberikan kepastian kehalalan yang meningkatkan kepercayaan publik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.