Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Raih Penghargaan, Telkom Sukses Turunkan Stunting Lewat Digital
Sabtu, 8 November 2025 15:26 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Upaya menurunkan angka prevalensi stunting terus menjadi fokus nasional. Pemerintah menargetkan agar setiap anak Indonesia tumbuh sehat dan berdaya saing.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi stunting tercatat 21,5 persen, dan pada 2024 turun menjadi 19,8 persen. Meski menunjukkan perbaikan, capaian ini masih di bawah target RPJMN 2024 sebesar 14 persen.
Kondisi ini menuntut langkah cepat dan terintegrasi untuk memperkuat pencegahan serta penanganan stunting di Tanah Air.
Sebagai bentuk komitmen menghadirkan solusi berbasis teknologi untuk isu sosial dan kesehatan, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui program Stunting Action Hub berhasil meraih penghargaan dalam ajang IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia 2025.
Baca juga : Wayan Sudirta Raih Penghargaan Prominen Alumni Universitas Brawijaya
Program Stunting Action Hub memiliki enam implementasi utama. Pertama, memberi edukasi kepada kader dan orang tua. Kedua, Penyajian data analitik stunting. Ketiga, Monitoring dan tindakan lapangan.
Keempat, Distribusi bantuan TJSL untuk intervensi. Kelima, Pencatatan aksi ke sistem digital dan Keenamm Pemanfaatan dashboard oleh puskesmas dan perangkat daerah.
Sepanjang 2025, program ini telah menjangkau 591 balita, melibatkan 53 kader puskesmas, dan mencakup 42 posyandu di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui pendekatan berbasis data, program ini memperkuat koordinasi, mempercepat pemantauan, dan memastikan setiap aksi penanganan dilakukan lebih akurat dan efisien.
Baca juga : Pengangguran Terbuka Agustus 2025 Turun 4.000 Orang Dibanding Tahun Lalu
"Sebagai perusahaan digital telco, Telkom Indonesia terus berkomitmen menghadirkan inovasi berbasis teknologi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui Stunting Action Hub, kami ingin menunjukkan bahwa digitalisasi dapat menjadi jembatan antara teknologi dan kemanusiaan," ujar Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia, Hery Susanto, Jumat (7/11/2025).
Program ini memberi dampak sosial signifikan yaitu mempermudah kader mengumpulkan data, menjamin akurasi pengukuran, mempercepat pemantauan, serta membantu pemerintah daerah, BKKBN, dan puskesmas menyusun kebijakan berbasis bukti.
Orang tua juga dapat memantau tumbuh kembang balita secara akurat dan berkelanjutan. Dengan sistem terintegrasi, balita berisiko tinggi bisa cepat terdeteksi dan memperoleh penanganan yang tepat.
Program ini bahkan mencatat Social Return on Investment (SROI) sebesar 1:1,75, artinya setiap satu rupiah investasi sosial menghasilkan manfaat 1,75 kali lipat bagi masyarakat.
Baca juga : Kolaborasi Peruri Dan Telkom University Perkuat Teknologi & Keamanan Digital
Melalui keberhasilan ini, Telkom menegaskan perannya sebagai perusahaan digital yang berkomitmen pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 2 (Tanpa Kelaparan), 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), dan 9 (Infrastruktur, Industri, dan Inovasi).
Program Stunting Action Hub menjadi bukti nyata pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) pada pilar Kesehatan dan Inovasi Digital.
Keberhasilan ini menunjukkan, pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi katalis membangun sistem kesehatan yang tanggap, memperbaiki kualitas gizi masyarakat, dan melahirkan ekosistem sosial yang sehat, tangguh, dan berdaya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya