Dark/Light Mode

BLT Dan Program Magang Jadi Penguat Ekonomi Akhir Tahun

Minggu, 16 November 2025 06:35 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Berbagai program bantuan Pemerintah yang sudah berjalan dinilai cukup untuk menjaga daya beli masyarakat dan menopang pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun.

Sebab itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, tidak ada tambahan belanja fiskal di luar stimulus yang telah diumumkan. 

“Tidak ada stimulus tambahan, cukup yang kemarin. Salah satu yang kita gelontorkan stimulusnya sampai desil ke empat,” kata Airlangga di Jakarta, Jumat (7/11/2025). 

Baca juga : Pupuk Kujang Gaspol Transformasi Kinerja

Menurutnya, fokus Pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh program yang berjalan terlaksana optimal dan tepat sasaran. 

“Kami ingin memastikan daya beli tetap terjaga, lapangan kerja bertambah dan konsumsi rumah tangga terus tumbuh. Itu sudah cukup kuat untuk menopang ekonomi sampai akhir tahun 2025,” ujarnya. 

Pemerintah sebelumnya menambah stimulus sebesar Rp 30 triliun dan mengalokasikan Rp 16,2 triliun untuk program kuartal IV, sehingga totalnya mencapai Rp 46,2 triliun. 

Baca juga : DKI Akan Keruk Sungai Dan Siagakan Pasukan Pelangi

Anggaran ini untuk memperkuat Bantuan Langsung Tunai (BLT) serta program magang berbayar bagi lulusan baru perguruan tinggi atau fresh graduate. 

Program BLT diberikan kepada 35 juta penerima dengan bantuan Rp 900 ribu untuk periode Oktober–Desember 2025. Termasuk tambahan 17 juta penerima baru. Adapun program magang berbayar menargetkan 80 ribu lulusan perguruan tinggi guna membuka lebih banyak kesempatan kerja produktif. 

Pemerintah juga memperluas insentif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) ke sektor pariwisata untuk masa pajak Oktober–Desember 2025. 

Baca juga : KPK Sita Sepeda, Jam Tangan Dan Mobil Mewah

Sebelumnya, fasilitas ini hanya berlaku bagi sektor padat karya seperti tekstil, alas kaki, furnitur, pakaian jadi, serta kulit dan barang kulit. 

“Terkait dengan PPh DTP, itu diperuntukkan bagi kelas menengah,” imbuh Airlangga. 

Dari sisi moneter, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 akan lebih tinggi dibandingkan realisasi kuartal III yang tumbuh 5,04 persen. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.