Dark/Light Mode

Perkumpulan Telapak Apresiasi Inovasi Pengelolaan Limbah Harita Nickel

Senin, 17 November 2025 12:15 WIB
Harita Nickel. Foto: Harita
Harita Nickel. Foto: Harita

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim Observasi Perkumpulan Telapak, Dickson Aritonang mengapresiasi inovasi pengelolaan limbah yang dilakukan Harita Nickel di Pulau Obi, Halmahera Selatan.

Dalam laporan observasi pada Juni 2025, Telapak mencatat pemanfaatan kembali slag nikel (limbah non-B3) sebagai bahan terumbu karang buatan, konstruksi, dan media tanam.

Diketahui, Harita Nickel menggunakan teknologi modern Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) yang menghasilkan slag nikel sebagai sisa proses produksi.

Baca juga : Bangga! Menpora Erick Apresiasi Perjuangan Timnas U-17 di Qatar

Selain dimanfaatkan sebagai bahan pengisi lubang bekas tambang (mine out), limbah non-B3 berbentuk butiran padat kehijauan ini dikelola secara bertanggung jawab agar tidak menjadi bahan buangan, melainkan sumber manfaat bagi ekosistem lingkungan dan juga komunitas setempat.

Pertama, slag nikel dimanfaatkan untuk pembuatan terumbu karang buatan yang kemudian ditempatkan di laut. Material ini aman bagi ekosistem laut dan kini telah ditumbuhi karang alami maupun hasil transplantasi, sehingga turut memperkaya keanekaragaman hayati bawah laut.

Kedua, slag nikel diolah menjadi bahan konstruksi seperti batako, paving block, hingga gorong-gorong. Produk olahan ini digunakan untuk pembangunan infrastruktur di sekitar area operasi Harita Nickel, termasuk gedung perkantoran dan hunian karyawan.

Baca juga : PNM Apresiasi AO Sebagai Pahlawan Pemberdayaan di Hari Pahlawan

Ketiga, slag nikel dimanfaatkan sebagai media tanam di area reklamasi dan penghijauan sekitar kantor, hunian, dan pusat aktivitas. Pemanfaatan ini berawal dari penelitian laboratorium di rumah kaca Institut Pertanian Bogor (IPB) yang menunjukkan potensi slag sebagai alternatif media tanam.

Kini, area penghijauan tersebut telah menjadi rumah bagi berbagai spesies burung dan satwa lainnya, serta terus dikembangkan untuk mengurangi timbunan limbah industri.

Menurut laporan Tim Observasi Perkumpulan Telapak, upaya pengelolaan limbah hasil pertambangan Harita Nickel dapat memperkuat penerapan konsep Zero Waste Mining. Sebab, prosesnya meminimalkan limbah dan ekonomi sirkular yang memberi nilai tambah bagi lingkungan.

Baca juga : Komisi III DPR Apresiasi Polri Ungkap Kasus Penculikan Balita Bilqis

“Pemanfaatan slag nikel menunjukkan komitmen Harita Nickel dalam mengelola limbah secara bertanggung jawab dan inovatif. Observasi kami mencatat bahwa slag memberikan nilai tambah bagi lingkungan dan komunitas,” kata laporan Telapak, dalam keterangannya, Senin (17/11/2025).

"Inisiatif ini menjadi contoh nyata bahwa industri nikel dapat berjalan seiring dengan kelestarian lingkungan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja dan masyarakat sekitar," pungkasnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.