Dark/Light Mode

PB SEMMI Apresiasi Polri Bongkar Pelanggaran Ekspor CPO 87 Kontainer

Jumat, 7 November 2025 06:36 WIB
Wakil Ketua Umum PB SEMMI Sandri Rumanama. (Dok. Pribadi)
Wakil Ketua Umum PB SEMMI Sandri Rumanama. (Dok. Pribadi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) mengapresiasi langkah tegas Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang berhasil membongkar pelanggaran ekspor produk turunan Crude Palm Oil (CPO) sebanyak 87 kontainer di TPS Multi Terminal Indonesia, NPCT Common Area, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (6/11/2025).

Wakil Ketua Umum PB SEMMI, Sandri Rumanama menilai keberhasilan ini sebagai bukti nyata bahwa Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo bekerja dengan dedikasi tinggi. Sehingga dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga keuangan negara dari praktik curang yang merugikan bangsa.

“Keberhasilan Polri membongkar kasus ekspor turunan CPO sebanyak 87 kontainer ini menjadi bukti nyata bahwa Polri berada di barisan terdepan dalam menyelamatkan keuangan negara dari ulah pengusaha gelap yang kerap merugikan kepentingan nasional,” tegas Sandri Rumanama dalam keterangan kepada media, Kamis (6/11/2025).

Sandri menilai, langkah cepat Polri tidak hanya berdampak pada penyelamatan keuangan negara, tetapi juga menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara hukum yang berdaulat, yang tidak bisa dikendalikan oleh pengusaha-pengusaha kotor yang menghalalkan segala cara demi keuntungan pribadi.

Baca juga : Kapolri Ungkap 87 Kontainer Pelanggaran Ekspor Turunan CPO

“Tindakan tegas ini menjadi pesan jelas bagi pelaku usaha yang mencoba bermain curang. Bahwa kejahatan ekonomi yang merugikan negara akan berhadapan langsung dengan penegakan hukum oleh Polri sebagai alat negara. Ini peringatan keras bagi mereka untuk segera bertobat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sandri menyampaikan apresiasi khusus kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang dinilainya mampu menerjemahkan secara konkret arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menekan potensi kebocoran keuangan negara melalui langkah nyata di lapangan.

“Kapolri tidak banyak berbicara, tetapi hasil kerjanya nyata. Arahan Presiden langsung diterjemahkan menjadi aksi konkret. Pengungkapan kasus penyalahgunaan ekspor produk turunan CPO ini adalah bentuk nyata dari kerja keras Polri dalam mengamankan penerimaan negara,” ujar Direktur Haidar Alwi Institut itu. 

Sandri menegaskan bahwa langkah Polri ini sejalan dengan semangat Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat tata kelola ekonomi nasional yang bersih dan berkeadilan.

Baca juga : Perluas Jaringan Ekspor, IPC TPK Perkuat Konektivitas Maritim Ke Vietnam

“Polri telah membuktikan diri sebagai pelindung negara dari kebocoran keuangan dan kejahatan ekonomi. Ini adalah contoh nyata sinergi antara kebijakan Presiden dan implementasi di lapangan,” cetusnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa Polri telah membentuk Satgas Khusus (Satgassus) Optimalisasi Penerimaan Negara, sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar setiap potensi kerugian negara dapat dicegah sejak dini.

“Alhamdulillah, sesuai dengan arahan dan perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto terkait upaya untuk mengurangi potensi kerugian negara, maka kami membentuk Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara,” ujar Jenderal Sigit dalam konferensi pers bersama DJBC, DJP Kemenkeu, dan Polri.

Ia menjelaskan, Satgassus tersebut bekerja sama dengan berbagai lembaga, termasuk Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, untuk melakukan pendalaman terhadap perusahaan-perusahaan yang menunjukkan aktivitas anomali dalam ekspor. Salah satunya PT MMS, yang mengalami lonjakan ekspor hingga 278 persen dibanding tahun sebelumnya.

Baca juga : Prof. Satya: Adies Kadir Slip of the Tongue, Bukan Pelanggaran Etik

Dari hasil pemeriksaan laboratorium terhadap produk yang diekspor, ditemukan bahwa sebagian besar isi kontainer berupa campuran produk turunan kelapa sawit yang tidak sesuai dengan komoditas yang seharusnya mendapat fasilitas bebas pajak.

 “Dari hasil pendalaman tersebut, sebanyak 87 kontainer berhasil diamankan karena diduga kuat melakukan pelanggaran ekspor produk turunan CPO,” tandas Jenderal Sigit.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.