Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pertamina Paparkan Upaya Pelestarian Lingkungan Di COP30 Brazil
Kamis, 20 November 2025 06:01 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan dengan memaksimalkan manfaat dan meminimalkan dampak terhadap lingkungan serta masyarakat. Salah satu fokus utama adalah pelestarian keanekaragaman hayati (biodiversity), yang menjadi bagian dari pilar keberlanjutan perusahaan.
Di sela keikutsertaannya pada Konferensi Internasional Perubahan Iklim PBB (COP30) di Belem, Brazil, Senior Vice President HSSE Pertamina, Wenny Ipmawan, memaparkan berbagai kebijakan dan inisiatif Pertamina dalam mendukung pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati serta kontribusinya terhadap upaya Pemerintah.
“Pertamina terus mempromosikan konservasi keanekaragaman hayati dengan mengintegrasikan aspek tersebut ke dalam kegiatan perusahaan untuk menghasilkan dampak positif,” ujar Wenny.
Baca juga : APP Group Pacu Pembiayaan Karbon Dan Restorasi Hutan Di COP30
Ia menjelaskan, komitmen tersebut diwujudkan melalui beragam program, antara lain pelestarian flora dan fauna endemik Indonesia, rehabilitasi daerah aliran sungai, penanaman mangrove, hingga pengembangan Hutan Sosial.
Dalam program pelestarian keanekaragaman hayati, Pertamina Group telah melakukan sejumlah konservasi satwa dan tanaman endemik di berbagai wilayah Nusantara. Di antaranya Gajah Sumatra di Pekanbaru; Orangutan, Beruang Madu, dan Anggrek Hitam di Kalimantan; Owa Jawa, Bunga Krisan (Serunai), dan Elang Kamojang di Jawa Barat; Rusa Timor di Cilacap dan Tuban; serta Burung Maleo, Nuri, Kakatua, dan Monyet Hitam di Sulawesi. Pertamina juga mendukung konservasi Burung Mambruk Ubiaat di Papua.
“Pertamina telah menetapkan pedoman pengelolaan keanekaragaman hayati yang bertanggung jawab, selaras dengan ketentuan regulasi, dan mendukung keberlanjutan lingkungan jangka panjang di seluruh wilayah operasional,” tambah Wenny.
Baca juga : Pertamina Pertahankan Kinerja Positif Di 2025
Di hadapan peserta COP30, Wenny menegaskan bahwa Pertamina yang memiliki wilayah operasional di kawasan hutan, tidak hanya patuh terhadap ketentuan Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH), tetapi juga melakukan berbagai inisiatif kolaboratif bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), termasuk mengembangkan program Hutan Sosial.
Hingga saat ini, total luas penanaman pohon Pertamina Group untuk pemenuhan kewajiban PPKH mencapai 1.560 hektare. Selain itu, tercatat 337 program konservasi dan reboisasi hutan yang dijalankan, dengan total penanaman mencapai 8,92 juta pohon sejak 2018.
“Sejalan dengan upaya Pertamina mendukung keberlanjutan energi di Indonesia, kami juga berkomitmen melindungi alam dengan memastikan konservasi keanekaragaman hayati dan mencapai dampak positif bersih melalui praktik yang bertanggung jawab,” ujar Wenny.
Baca juga : APP Kenalkan Dua Proyek Karbon Berbasis Alam Indonesia Di COP30 Brazil
Pertamina sebagai perusahaan energi yang berada di garis depan transisi energi, terus mendukung target Net Zero Emission 2060. Seluruh upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) serta kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di seluruh lini bisnis dan operasi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya