Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jasindo Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Asuransi Tani Padi Di Kalteng
Senin, 24 November 2025 21:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ribuan petani di Kalimantan Tengah (Kalteng) kini mendapat perlindungan panen lewat Asuransi Usaha Tani Padi. Program ini diluncurkan Asuransi Jasindo bersama pemerintah daerah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Palangkaraya, Kalteng Senin (24/11/2025).
PT Asuransi Jasa Indonesia (Asuransi Jasindo) bekerja sama dengan Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kalimantan Tengah serta OJK dalam pelaksanaan program tersebut. Target perlindungan mencapai 6.222 hektare lahan sawah yang dikelola petani di Kalimantan Tengah.
Peluncuran dilakukan di Kantor Gubernur Kalimantan Tengah. Acara menghadirkan perwakilan pemerintah daerah, regulator keuangan dan pelaku industri asuransi nasional.
Acara turut dihadiri Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Darliansjah. Hadir juga Kepala Direktorat Pengawasan Asuransi Umum dan Reasuransi OJK Munawar serta Direktur Operasional Asuransi Jasindo Ocke Kurniandi.
Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kalimantan Tengah Rendy Lesmana dan Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah Primandanu Febriyan Aziz juga hadir dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Mereka menegaskan program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan jaminan risiko gagal panen.
Rendy menyebut program ini menjadi jawaban konkret terhadap kebutuhan petani di Kalimantan Tengah. Ia menilai kerja sama pemangku kepentingan menjadi fondasi penting pembangunan ekonomi daerah.
"Kami ingin memastikan petani terlindungi dan produktif" ucap Rendy.
Baca juga : PLN EPI Perkuat Rantai Pasok Batubara Lewat CBF dan Armada BAg
Peluncuran program ini juga selaras dengan Asta Cita Pemerintah Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan. Peningkatan produksi padi menjadi prioritas karena kebutuhan pangan nasional terus meningkat setiap tahun.
Direktur Operasional Asuransi Jasindo Ocke Kurniandi mengatakan program ini menjadi dukungan langsung kepada petani. Menurut dia, perlindungan asuransi memungkinkan petani bertahan saat mengalami kerugian panen.
"Kami ingin petani terus bekerja tenang tanpa takut gagal panen" kata Ocke.
Ocke menjelaskan program Asuransi Usaha Tani Padi mendukung target swasembada pangan nasional. Menurut dia, produktivitas petani akan meningkat bila risiko kerugian bisa ditekan.
"Kami bersyukur menjadi bagian dari kemajuan petani Kalimantan Tengah" ujar Ocke.
Ia mengungkapkan realisasi Asuransi Usaha Tani Padi di tingkat nasional masih relatif rendah. Peserta AUTP baru mencapai 3 persen dari total luas lahan padi di Indonesia.
"Total 278.694 hektare lahan baru mengikuti AUTP" ujar Ocke.
Baca juga : Menag Gowes Onthel Susuri Lapangan Banteng
Ocke menyampaikan nilai premi nasional mencapai Rp50,16 miliar pada 2024. Ia menilai tantangan paling besar terletak pada kesadaran petani serta penyebaran lahan yang sangat luas di pelosok daerah.
"Kesadaran petani perlu ditingkatkan" kata Ocke.
Menurut Ocke, Asuransi Jasindo sudah menjalankan program perlindungan pertanian selama 10 tahun. Perusahaan kini memaksimalkan teknologi digital untuk mempermudah petani dalam pendaftaran dan klaim melalui aplikasi Sistem Informasi Asuransi Pertanian atau SIAP.
"Proses digital membuat layanan lebih cepat" ucap Ocke.
Bantuan premi diberikan kepada petani yang memenuhi syarat kepemilikan atau pengelolaan lahan maksimal dua hektare. Peserta wajib tergabung dalam kelompok tani atau gabungan kelompok tani dan memiliki Nomor Induk Kependudukan.
Program ini juga mengatur kriteria lahan yang bisa mengikuti premi. Lahan mencakup sawah irigasi teknis, setengah teknis, irigasi desa, lahan pasang surut dan lahan tadah hujan dengan sumber air memadai.
Jenis risiko yang dilindungi meliputi gagal panen akibat banjir, kekeringan dan serangan Organisme Pengganggu Tanaman seperti wereng, penggerek batang, tikus, ulat grayak, keong mas dan penyakit tanaman lain. Tanaman yang didaftarkan maksimal berusia 30 hari setelah tanam.
Baca juga : PHR Perkuat Keandalan Listrik Rokan Lewat Pengoperasian MSU-003
Ocke menegaskan, kerja sama ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan di Kalimantan Tengah. Ia juga berharap program ini meningkatkan produktivitas pertanian daerah serta memperluas kesejahteraan petani.
"Kami percaya petani adalah tulang punggung ketahanan pangan bangsa" ucap Ocke.
Ia memastikan Asuransi Jasindo terus memperluas akses program ke lebih banyak wilayah. Perusahaan optimistis teknologi digital akan mempermudah layanan bagi petani di daerah terpencil.
"Kami akan terus mendampingi petani Indonesia" ujar Ocke.
Program ini dipandang sebagai bentuk sinergi efektif antara pemerintah daerah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam membangun sektor pangan nasional. Publik menilai kebutuhan perlindungan risiko pertanian kian penting menghadapi ancaman perubahan iklim.
Asuransi ini menjadi harapan baru bagi petani yang selama ini menanggung sendiri risiko kerugian panen. Penguatan perlindungan di tingkat akar rumput dapat membantu stabilitas pasokan beras nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya